Berita

Menlu RI Sugiono (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Indonesia Desak AS-Iran Hentikan Serangan dan Hormati MoU Perdamaian

RABU, 15 JULI 2026 | 12:30 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Indonesia kembali menyuarakan keprihatinannya atas memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran. 

Di tengah eskalasi militer yang kembali terjadi di kawasan Teluk, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mendesak kedua negara agar tetap menghormati Memorandum of Understanding (MoU) perdamaian yang telah disepakati demi mencegah situasi semakin memburuk.

"Sudah ada MoU kemarin, kita berharap agar dokumen tersebut sama-sama bisa terus dihormati," ujarnya dalam sebuah pernyataan di Jakarta, dikutip dari Antara pada Rabu, 15 Juli 2026. 


Sugiono menekankan bahwa sikap Indonesia sejak awal tidak berubah, yakni menginginkan kawasan kembali stabil dan seluruh aksi militer segera dihentikan. 

"Posisi kita tidak berubah. Kita ingin situasi di sana stabil lagi, perdamaian tercapai, dan serangan bisa segera terhenti," ujarnya.

AS dan Iran telah menyepakati kesepakatan damai dalam Memorandum Islamabad yang diteken pada 17 Juni 2026. 

Namun, sejak 7 Juli 2026 lalu, kedua negara kembali saling melancarkan serangan setelah muncul perselisihan terkait lalu lintas kapal niaga di Selat Hormuz.

Amerika Serikat kemudian melancarkan serangkaian operasi militer terhadap sejumlah sasaran di Iran. Sebaliknya, Teheran membalas dengan menyerang aset-aset milik AS di beberapa titik kawasan Teluk. 

Sementara Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemerintahannya kembali memberlakukan blokade dan berencana memungut biaya sebesar 20 persen terhadap seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz sebagai kompensasi atas perlindungan keamanan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya