Berita

Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

DPR Soroti Ketimpangan Sekolah Favorit dan Sekolah Sepi Murid

RABU, 15 JULI 2026 | 11:54 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 kembali memunculkan persoalan ketimpangan daya tampung sekolah. Di sejumlah daerah, sekolah negeri mengalami kelebihan murid hingga melampaui kapasitas, sementara banyak sekolah swasta justru kekurangan peserta didik.

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa pemerataan akses dan kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah, meski program Wajib Belajar 13 Tahun mulai dijalankan.

Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad mengatakan pemerintah perlu memiliki peta pendidikan yang lebih komprehensif agar distribusi siswa dan daya tampung sekolah dapat dikelola secara lebih baik.


"Perlu ada satu peta yang lebih lengkap berkaitan dengan siswa ini," kata Habib di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Menurut Habib, ketimpangan antara sekolah negeri dan swasta masih terjadi di berbagai daerah. Di satu sisi, banyak sekolah swasta kesulitan mendapatkan murid. Di sisi lain, sejumlah sekolah negeri membuka rombongan belajar melebihi kapasitas sehingga terpaksa memanfaatkan ruangan yang tidak semestinya dijadikan ruang kelas.

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas layanan pendidikan sekaligus mengancam keberlangsungan sekolah swasta. Selain itu, masih adanya kesenjangan mutu antarsekolah turut memunculkan stigma sekolah favorit dan nonfavorit.

Habib juga menyoroti persoalan akses pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), yang masih memaksa banyak siswa menempuh jarak jauh untuk bersekolah.

Meski demikian, ia mengapresiasi langkah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti yang dinilai lebih cepat merespons berbagai persoalan pendidikan.

"Secara keseluruhan saya melihat ada progres. Di bawah kepemimpinan Menteri, jarak antara munculnya masalah dengan solusi tidak terlalu lama. Sekarang tidak terjadi lagi pembiaran terhadap persoalan-persoalan yang muncul," ujarnya.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya