Berita

Komisioner Uni Eropa untuk Mediterania, Dubravka Suica (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube EU Debates)

Global

UE Gelontorkan Rp16 Triliun untuk Rekonstruksi Gaza, Masih Jauh dari Kebutuhan

RABU, 15 JULI 2026 | 11:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Uni Eropa (UE) mengumumkan dana bantuan dan rekonstruksi senilai hampir 900 juta Euro atau 1 miliar Dolar AS (sekitar Rp16 triliun) untuk membantu pemulihan Jalur Gaza yang hancur akibat lebih dari dua tahun perang.

Program yang diberi nama "Team Gaza Initiative" itu diluncurkan dalam pertemuan negara-negara donor di Brussels, Belgia, pada Senin, 13 Juli 2026, waktu setempat dari komputer sebenarnya. Dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki infrastruktur air bersih dan sanitasi, membersihkan puing-puing bangunan, serta memulihkan fasilitas kesehatan di Gaza.

Meski demikian, nilai dana tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan sebenarnya. Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya memperkirakan Gaza membutuhkan lebih dari 71 miliar Dolar AS dalam 10 tahun ke depan untuk proses pemulihan dan pembangunan kembali.


Sejumlah negara dan lembaga internasional ikut bergabung dalam inisiatif ini, termasuk Spanyol, Prancis, Jerman, Inggris, Italia, Belanda, Jepang, Swiss, Belgia, Bank Dunia, dan Bank Investasi Eropa. Australia dan Kanada juga diperkirakan akan bergabung.

Komisioner Uni Eropa untuk Mediterania, Dubravka Suica, mengatakan paket bantuan awal senilai hampir US$1 miliar merupakan langkah awal untuk membantu masyarakat Palestina.

"Tujuan kami jelas, yaitu membantu membangun harapan, ketahanan, dan masa depan yang lebih baik bagi rakyat Palestina," kata Suica menjelang pertemuan donor, dikutip Kamis, 14 Juli 2026.

Menurut Suica, fokus awal program ini adalah pemulihan dasar atau early recovery, termasuk penyediaan air bersih, pengelolaan sanitasi, pembersihan puing-puing dan sampah, serta pemulihan sektor kesehatan, energi, pertanian, dan sistem pangan.

"Kami sekarang membutuhkan kondisi di lapangan yang memungkinkan bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat Gaza," ujarnya.

Di sisi lain, situasi kemanusiaan di Gaza masih menjadi perhatian serius. Meskipun Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada Oktober tahun lalu, berbagai pelanggaran gencatan senjata masih terus dilaporkan. Intensitas pertempuran memang menurun, namun korban jiwa terus bertambah.

Komisioner Uni Eropa untuk Kesetaraan, Kesiapsiagaan, dan Manajemen Krisis, Hadja Lahbib, menggambarkan kondisi di Gaza sebagai situasi yang "tidak tertahankan". Ia mendesak akses kemanusiaan yang lebih luas dan keterlibatan politik yang lebih besar dari otoritas Israel.

"Sembilan bulan setelah apa yang disebut sebagai gencatan senjata, pengeboman masih berlanjut, penyakit menyebar, dan orang-orang terus meninggal," kata Lahbib.

Laporan Gaza Rapid Damage and Needs Assessment (RDNA) yang diterbitkan pada April lalu memperkirakan kebutuhan dana mencapai 26,3 miliar Dolar AS hanya dalam 18 bulan pertama untuk memulihkan layanan dasar, membangun kembali infrastruktur penting, dan menghidupkan kembali perekonomian Gaza.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya