Berita

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Edi Purwanto. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

DPR Tagih Realisasi Kemenhub soal Perlintasan Sebidang

RABU, 15 JULI 2026 | 08:54 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Keselamatan perkeretaapian dinilai belum menjadi prioritas meski Presiden telah menginstruksikan percepatan penanganan perlintasan sebidang pascakecelakaan maut di Bekasi. 

Komisi V DPR RI menilai arahan tersebut belum tercermin dalam program maupun penganggaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Menurut Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Edi Purwanto, Presiden telah mengarahkan penyediaan anggaran untuk pembangunan flyover dan underpass guna mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang. 


Namun, hingga kini realisasinya belum terlihat.

"Presiden sudah beberapa kali memberikan direktif, tetapi kami melihat penanganan perlintasan sebidang kok tidak ada. Harusnya ini menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan masyarakat," kata Edi, Rabu, 15 Juli 2026. 

Ia mengingatkan agar jajaran kementerian segera menerjemahkan arahan Presiden ke dalam kebijakan nyata.

"Jangan sampai Presiden sering memberikan arahan, tetapi kabinetnya tidak merespons secara positif. Kalau sudah menjadi direktif Presiden, semestinya itu segera dilaksanakan," tegasnya.

Selain itu, Edi menilai keterbatasan anggaran turut menghambat berbagai program strategis di sektor perkeretaapian. 

Dari total kebutuhan anggaran yang diajukan, hanya sekitar 58 persen yang dapat dipenuhi sehingga sejumlah program keselamatan belum berjalan optimal.

Ia menyebut backlog anggaran sektor perhubungan mencapai sekitar Rp26 triliun, sedangkan total backlog seluruh mitra kerja Komisi V DPR RI mencapai Rp252 triliun. 

Kondisi tersebut berdampak pada modernisasi sistem persinyalan, pembangunan perlintasan tidak sebidang, hingga peningkatan layanan transportasi publik.

Sebagai solusi, Edi mengusulkan agar pemerintah mengkaji pengelolaan perkeretaapian yang lebih terintegrasi melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero), termasuk penanganan perlintasan sebidang, sistem persinyalan, hingga penerapan Automatic Train Control (ATC).

Menurutnya, yang terpenting adalah percepatan peningkatan pelayanan dan keselamatan masyarakat.

"Yang paling penting bukan siapa yang mengelola, tetapi bagaimana pelayanan semakin baik dan keselamatan benar-benar menjadi prioritas," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya