Berita

Penandatanganan HoA di IDX Hall, Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026. (Foto: Dokumentasi ESGIN)

Bisnis

ESGIN dan Agraus Resources Perkuat NEK di Indonesia

SELASA, 14 JULI 2026 | 22:28 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT ESGIN Global Partners (ESGIN) dan PT Agraus Resources (AR) secara resmi menandatangani Heads of Agreement (HoA) sebagai langkah awal pembentukan kemitraan strategis dalam Investasi pengembangan proyek-proyek berkelanjutan dan penguatan ekosistem Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di Indonesia.

Penandatanganan HoA dilaksanakan dalam rangkaian Forum Strategis "Kesiapan Pasar Karbon Nasional dan Tata Kelola Karbon Korporasi", yang diselenggarakan oleh Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) di IDX Hall, Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

Forum strategis tersebut mempertemukan regulator, pelaku industri, investor, lembaga keuangan, pengembang proyek karbon, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat implementasi Carbon Pricing Indonesia, mempercepat pengembangan Climate Projects, dan membangun ekosistem pasar karbon nasional yang kredibel, transparan, serta berdaya saing global.


Menurut Chief Executive Officer PT ESGIN Global Partners, Brandon Keam, di tengah percepatan transisi global menuju ekonomi rendah karbon, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat investasi iklim dan pengembangan aset karbon terbesar di dunia.

“Melalui kemitraan ini, ESGIN dan Agraus Resources berkomitmen mengeksplorasi berbagai peluang pengembangan climate projects yang memiliki integritas lingkungan tinggi, layak secara komersial (bankable), serta mampu menghasilkan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi yang terukur,” ujar Brandon.

Lanjut dia, Heads of Agreement ini menjadi fondasi awal bagi kedua perusahaan untuk menyusun Memorandum of Understanding (MoU) serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai dasar implementasi proyek-proyek strategis di masa mendatang.

Dalam HoA ini, kedua belah pihak akan bersama-sama melaksanakan: (1) Identifikasi dan evaluasi potensi proyek berkelanjutan; (2) Pertukaran informasi teknis, operasional, dan komersial; (3) Kajian awal kelayakan proyek (Preliminary Assessment); (4) Pelaksanaan technical, operational, financial, dan commercial due diligence; (5) Pengembangan model bisnis dan skema investasi; dan (6) Penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai dasar implementasi proyek.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan berbagai proyek iklim di Indonesia, antara lain pada sektor energi terbarukan; pengelolaan limbah; ekonomi sirkular; dekarbonisasi industri; pertanian berkelanjutan; solusi berbasis alam (Nature-Based Solutions); dan proyek-proyek lain yang berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca,” jelasnya.

Dengan menggabungkan kapabilitas ESGIN dalam investasi, teknologi iklim dan infrastruktur digital dengan pengalaman Agraus Resources dalam pengembangan proyek dan pengelolaan sumber daya, kedua perusahaan berupaya membangun proyek-proyek yang siap didanai (investment ready), memiliki integritas tinggi, dan menarik bagi investor nasional maupun internasional.

Sebagai Climate Economy Infrastructure Company, ESGIN akan menghadirkan berbagai kapabilitas teknologi, antara lain: Digital Measurement, Reporting and Verification (Digital MRV) berbasis Artificial Intelligence; Infrastruktur aset lingkungan berbasis Blockchain; Pengembangan dan monetisasi kredit karbon; Sistem pengelolaan data ESG; Platform fasilitasi investasi hijau; dan Infrastruktur digital pengembangan Climate Projects.

Masih kata Brandon, pemanfaatan teknologi tersebut bertujuan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, integritas lingkungan, serta kesiapan proyek untuk berpartisipasi dalam pasar karbon nasional maupun internasional.

“Kemitraan ESGIN dan Agraus Resources sejalan dengan agenda nasional dalam implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK), pengembangan investasi hijau, dekarbonisasi sektor industri, serta pencapaian target penurunan emisi nasional,” jelas dia.

“Kolaborasi ini juga mendukung tujuan Forum Strategis IBCSD–IDCTA dalam membangun pipeline Climate Projects yang memiliki standar internasional, layak investasi, dan siap diperdagangkan melalui mekanisme pasar karbon domestik maupun global,” pungkasnya.


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya