Berita

SPBU Shell di wilayah Jakarta selatan (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

SELASA, 14 JULI 2026 | 11:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham Shell menguat lebih dari 2 persen pada perdagangan Senin, 13 Juli waktu Eropa, didorong kenaikan harga minyak dunia serta kesepakatan perusahaan menjual bisnis energi terbarukannya di India, Sprng Energy, kepada Aditya Birla Group senilai sekitar 1,8 miliar dolar AS.

Dalam transaksi tersebut, Aditya Birla Renewables Limited (ABRen), anak usaha Grasim Industries, akan mengakuisisi 100 persen saham Solenergi Power Private Limited yang mengelola Sprng Energy dari Shell Overseas Investment BV. Nilai perusahaan (enterprise value) Sprng Energy mencapai sekitar 172 miliar rupee India, menjadikannya salah satu transaksi akuisisi energi terbarukan terbesar di India.

Melalui akuisisi tersebut, ABRen akan menambah portofolio pembangkit listrik tenaga surya dan angin berkapasitas sekitar 5 gigawatt peak (GWp), yang terdiri atas 3,3 GWp aset operasional dan 1,7 GWp proyek yang masih dalam pembangunan. Setelah digabungkan dengan aset yang telah dimiliki, kapasitas pembangkit ABRen diperkirakan meningkat menjadi sekitar 9,3 GWp.


Akuisisi ini didanai melalui kombinasi utang dan modal sendiri dengan dukungan Global Infrastructure Partners, bagian dari BlackRock.

Ketua Aditya Birla Group, Kumar Mangalam Birla, mengatakan transaksi tersebut menjadi langkah strategis untuk mendukung transisi energi di India.

"Langkah ini mencerminkan komitmen kami terhadap transisi energi India," ujarnya.

Direktur ABRen, Aryaman Vikram Birla, menambahkan akuisisi itu akan mempercepat ekspansi perusahaan dalam pengembangan energi bersih.

"Akuisisi ini mempercepat rencana kami untuk meningkatkan kapasitas hingga melampaui 20 GWp," katanya.

Bagi Shell, divestasi Sprng Energy merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk merampingkan portofolio bisnis global dan memfokuskan investasi pada lini usaha yang dinilai lebih menguntungkan.

Sentimen positif dari aksi korporasi tersebut turut mengangkat kinerja saham Shell. Pada penutupan perdagangan Senin, saham perusahaan naik 2,32 persen ke level 3.109 pence, seiring optimisme investor terhadap prospek pendapatan yang juga didukung kenaikan harga minyak dunia.



Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya