Berita

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Tangerang Utara (AMPTU) menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Kantor AirNav Indonesia, kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin 13 Juli 2026.(Foto: Istimewa)

Nusantara

DPR Didesak Investigasi Proyek Jarkompenas AirNav

SELASA, 14 JULI 2026 | 00:38 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Tangerang Utara (AMPTU) mendesak Komisi V DPR turun tangan melakukan investigasi terhadap proyek Infrastruktur Jaringan Komunikasi Penerbangan Nasional (Jarkompenas) milik AirNav Indonesia senilai Rp201 miliar.

Desakan tersebut disampaikan AMPTU dalam aksi unjuk rasa di depan gerbang Kantor AirNav Indonesia, kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin 13 Juli 2026.

Dalam aksi tersebut, AMPTU meminta Komisi V DPR segera memanggil manajemen AirNav Indonesia untuk memberikan penjelasan terkait pelaksanaan proyek Jarkompenas yang rampung pada Mei 2025.


"Belum genap satu tahun proyek itu selesai, sudah jatuh korban jiwa akibat lemahnya sinyal navigasi. Lalu berulang lagi hilang sinyal dari April sampai Mei. Ini bukan kebetulan, ini pola," kata Koordinator AMPTU, Farhan dalam keterangannya.

Farhan lalu menyinggung kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT di lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, pada 17 Januari 2026 yang menewaskan 11 orang. 

Menurut Farhan, dari informasi yang diperolehnya, investigasi awal mengindikasikan adanya dugaan lemahnya sinyal navigasi sebagai salah satu faktor yang turut berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut.

AMPTU juga menyoroti laporan gangguan sinyal navigasi atau GPS interference yang disebut terjadi pada sedikitnya 52 penerbangan sepanjang April hingga Mei 2026. 

"AirNav Indonesia sebagai badan usaha milik negara memiliki kewajiban menjalankan prinsip keterbukaan informasi publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik," pungkas Farhan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya