Berita

Ilustrasi. (Foto: AI)

Nusantara

Mengapa Fenomena Sekolah Kekurangan Murid Masih Terjadi?

SENIN, 13 JULI 2026 | 18:10 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Fenomena sejumlah sekolah yang kekurangan murid menjadi alarm pemerataan pendidikan. 

Beberapa contoh yakni SDN Nailan, Ponorogo, Jawa Timur, sudah dua tahun tidak mendapatkan murid baru. Sementara itu, SD Negeri Bintoro 16, Demak, Jawa Tengah hanya mendapatkan tiga siswa baru.

Padahal, jumlah penduduk usia produktif di Indonesia masih berjalan. 


Ternyata, faktor itu tak secara langsung bersinggungan dengan fenomena tersebut. Menurut Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia, bonus demografi tidak berarti sekolah akan kebanjiran murid.

“Bonus demografi tidak otomatis berarti semua sekolah akan kebanjiran murid. Bonus demografi bicara besarnya penduduk usia produktif secara nasional, sementara yang dibutuhkan sekolah dasar adalah sebaran anak usia 6-12 tahun di wilayah tertentu,” kata Koordinator JPPI Ubaid Matraji kepada RMOL di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.

Selain faktor penurunan angka kelahiran di sejumlah daerah, perpindahan keluarga muda ke wilayah perkotaan juga ikut memengaruhi jumlah peserta didik di sekolah tertentu. 

Di sisi lain, ketimpangan kualitas sekolah membuat orang tua cenderung memilih sekolah yang dianggap lebih unggul.

“Masalahnya bukan Indonesia kekurangan anak, tetapi distribusi anak, mutu sekolah, dan tata kelola penerimaan murid yang tidak merata,” ujar Ubaid.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pemetaan ulang kebutuhan sekolah berdasarkan data kependudukan, mobilitas masyarakat, hingga tren kelahiran di setiap daerah. 

Sekolah yang kekurangan murid tidak serta-merta harus ditutup, tetapi perlu dievaluasi agar tetap mampu memberikan layanan pendidikan yang layak.

Pemerintah daerah juga didorong memperkuat kualitas sekolah kecil melalui perbaikan fasilitas, layanan guru, serta strategi peningkatan kepercayaan masyarakat.

Jika opsi penggabungan sekolah atau regrouping dilakukan, kebijakan tersebut harus tetap mempertimbangkan hak anak untuk memperoleh akses pendidikan yang dekat dan berkualitas.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya