Berita

Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda. (Foto: Dokumentasi Fraksi PKB)

Politik

DPR Soroti Kecelakaan Maut di Indramayu: Mobil Pikap Bukan Ngangkut Manusia!

SENIN, 13 JULI 2026 | 15:06 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi V DPR mendesak pemerintah melakukan evaluasi total terhadap sistem keselamatan transportasi darat dan menindak tegas penggunaan kendaraan angkutan barang yang disalahgunakan untuk mengangkut penumpang.

Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda, merespons kecelakaan maut antara mobil bak terbuka atau pikap dan truk tronton di Jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Minggu, 12 Juli 2026 menewaskan 13 orang.

"Kita semua memahami bahwa mobil pikap dirancang untuk mengangkut barang, bukan manusia. Ketika kendaraan angkutan barang digunakan membawa penumpang, risikonya sangat tinggi. Jika terjadi kecelakaan, potensi korban jiwa menjadi jauh lebih besar karena kendaraan tersebut memang tidak didesain untuk melindungi penumpang," ucap Huda kepada wartawan di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.


Berdasarkan informasi yang beredar, mobil pikap yang mengangkut belasan penumpang hendak berputar arah di putaran Kiajaran Kulon setelah pulang menghadiri acara pernikahan. Pada saat bersamaan, truk tronton melaju dari arah yang sama sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Legislator PKB ini menegaskan bahwa penggunaan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut manusia merupakan praktik berbahaya yang melanggar standar keselamatan transportasi karena tidak dilengkapi sabuk pengaman maupun pelindung benturan. Ironisnya praktek penggunaan mobil pikap ini seolah lazim di tengah masyarakat. 

“Dengan alasan murah, masyarakat kita sering abai terhadap faktor keselamatan yang harganya luar biasa mahal. Situasi ini yang harus menjadi perhatian kita semua,” ujarnya. 

Huda meminta Kementerian Perhubungan tidak hanya sekadar mengeluarkan imbauan, tetapi harus memperkuat pengawasan di lapangan dan menggencarkan kampanye edukasi keselamatan kepada masyarakat. 

Menurutnya, kesadaran kolektif harus dibangun agar masyarakat tidak lagi mempertaruhkan nyawa dengan menumpang kendaraan yang bukan peruntukannya.

"Kampanye keselamatan harus terus digencarkan. Masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa menggunakan kendaraan angkutan barang untuk membawa penumpang merupakan praktik yang sangat berbahaya. Kesadaran kolektif harus dibangun agar keselamatan menjadi prioritas bersama," jelas dia.

Selain menyoroti aspek edukasi, Huda mendesak kepolisian melakukan investigasi menyeluruh guna mengurai akar penyebab kecelakaan. Penyelidikan wajib mencakup seluruh variabel, mulai dari kelayakan kendaraan, kecepatan saat kejadian, hingga kelaikan infrastruktur jalan di sekitar lokasi putaran balik tersebut. 

“Investigasi harus dilakukan secara komprehensif. Semua harus diungkap secara transparan agar menjadi pelajaran untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang," pungkasnya.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya