Berita

Representative Image (Foto: Ilustrasi AI)

Dunia

Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Yordania hingga Kuwait

SENIN, 13 JULI 2026 | 13:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Eskalasi konflik di Timur Tengah kian mengkhawatirkan setelah Iran memperluas serangan balasannya terhadap Amerika Serikat (AS) dengan menyasar sejumlah pangkalan militer Washington di Yordania dan Qatar. 

Aksi tersebut dilakukan sebagai respons atas gelombang serangan Washington terhadap fasilitas militer Iran dalam beberapa hari terakhir.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Senin, 13 Juli 2026, mengumumkan telah meluncurkan rudal dan drone ke Pangkalan Udara Prince Hassan di Yordania. 


Menurut IRGC, serangan itu merupakan fase pertama dari operasi balasan terhadap serangan AS ke pangkalan-pangkalan militer Iran di kawasan pesisir.

Dalam keterangannya, IRGC mengklaim serangan tersebut memicu kebakaran di sejumlah depot bahan bakar dan gudang penyimpanan amunisi. 

"Serangan ke Pangkalan Udara Prince Hassan merupakan fase pertama respons terhadap serangan AS ke pangkalan militer pesisir Iran," demikian pernyataan IRGC. 

Iran juga menuding serangan AS dilakukan setelah angkatan lautnya mencegat dua kapal di Selat Hormuz yang disebut mematikan sistem pelacak, berlayar secara ilegal, dan membahayakan keselamatan pelayaran.

Militer Yordania membenarkan adanya rudal yang memasuki wilayah udaranya, tetapi menegaskan sistem pertahanan udara berhasil menggagalkan ancaman tersebut.

"Empat rudal yang memasuki wilayah udara Yordania dari wilayah Iran berhasil dicegat dan dihancurkan," kata militer Yordania.

Selain Yordania, IRGC juga mengklaim telah menghancurkan tangki bahan bakar, sistem pertahanan udara Patriot, dan radar strategis di dua pangkalan udara di Kuwait, seraya memperingatkan AS agar tidak terus melakukan intervensi militer di Selat Hormuz.

Sementara itu, Staf Umum Kuwait mengatakan sistem pertahanan udara negara itu sedang menyerang target udara musuh di dalam wilayah udara Kuwait.

Mereka mengatakan setiap ledakan yang terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan tersebut dan mendesak masyarakat untuk mengikuti instruksi keselamatan dan keamanan.

Di sisi lain, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah merampungkan gelombang baru serangan ofensif terhadap Iran. 

Menurut CENTCOM, operasi tersebut menghantam puluhan target di berbagai lokasi menggunakan amunisi presisi sebagai bagian dari upaya mengurangi kemampuan Iran mengancam pelayaran sipil dan kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya