Berita

Amerika Serikat kembali luncurkan serangan ke target-target Iran (Unggahan akun X @CENTCOM)

Dunia

Amerika Lanjut Bombardir Iran

SENIN, 13 JULI 2026 | 07:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan gelombang serangan ke Iran pada Minggu, 12 Juli, 2026, waktu setempat. Serangan ini menjadi eskalasi terbaru setelah kedua negara saling menyerang selama beberapa hari terakhir di tengah memanasnya sengketa di Selat Hormuz.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan operasi terbaru bertujuan melemahkan kemampuan militer Iran agar tidak lagi menyerang kapal dagang dan kapal sipil yang melintas di Selat Hormuz. Dalam unggahannya di X, CENTCOM juga menegaskan bahwa serangan dilakukan atas perintah langsung Presiden Donald Trump.

"Pada pukul 17.00 waktu AS Timur, pasukan Komando Pusat AS mulai melancarkan lebih banyak serangan terhadap Iran untuk terus melemahkan kemampuan mereka menyerang pelaut sipil dan kapal-kapal komersial yang bebas melintasi Selat Hormuz. Panglima Tertinggi telah memerintahkan serangan ini untuk meminta pertanggungjawaban pasukan Iran," tulis CENTCOM, dikutip Senin, 13 Juli 2026.


Media pemerintah Iran melaporkan ledakan terdengar di sejumlah wilayah dekat Selat Hormuz, termasuk Sirik, Pulau Qeshm, Jask, dan kawasan barat Bandar Abbas. Pemerintah Provinsi Hormozgan mengatakan hingga saat ini belum ada laporan korban sipil.

Menurut CENTCOM, pada Sabtu malam AS juga telah menyerang sekitar 140 target militer Iran, termasuk fasilitas drone, rudal, amunisi, sistem pengawasan, hingga operasi angkatan laut. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS di Yordania, Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Oman.

Konflik ini semakin memperburuk nasib nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani AS dan Iran pada bulan lalu untuk menghentikan permusuhan. Salah satu poin utama dalam kesepakatan itu adalah menjaga kelancaran lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur strategis yang sebelumnya dilalui hampir 20 persen pasokan minyak dan gas alam dunia.

Namun, dalam beberapa pekan terakhir Iran menembakkan drone ke sejumlah kapal tanker dan kapal kontainer yang melintas di Selat Hormuz. Iran mengklaim beberapa kapal melanggar rute yang telah ditentukan dan menegaskan perairan tersebut merupakan bagian dari wilayah kedaulatannya. Sementara itu, AS menilai tindakan tersebut melanggar MoU dan menjadikannya alasan untuk meningkatkan operasi militer.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres kembali mendesak kedua pihak agar menahan diri dan menghindari eskalasi lebih lanjut. PBB juga meminta perundingan dilanjutkan serta pelayaran di Selat Hormuz dipulihkan, mengingat sekitar 6.000 pelaut masih terjebak di kawasan tersebut akibat konflik.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya