Berita

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Setpres)

Hukum

Sikat BGN dan Jampidsus, Prabowo Buktikan Filosofi Ikan Busuk Mulai dari Kepala

MINGGU, 12 JULI 2026 | 21:10 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menabuh genderang perang melawan koruptor bukan sekadar isapan jempol. Gebrakan hukum yang menyeret dua lembaga strategis negara akhir-akhir ini dinilai menjadi bukti sahih orang nomor satu di Indonesia ini tidak main-main dengan ucapannya.

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto menilai, langkah berani pemerintahan Prabowo sejalan dengan filosofi politik yang kerap ia gaungkan, yakni "ikan busuk dimulai dari kepala". Artinya, pembersihan moral bangsa harus dimulai dan disikat dari level pucuk pimpinan.

"Publik makin percaya bahwa Presiden Prabowo tidak main-main. Pernyataan beliau terkait pemberantasan korupsi bahwa 'ikan busuk dari kepala' dibuktikan langsung lewat dua kasus kakap yang kita saksikan saat ini," kata Hari kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 12 Juli 2026.


Hari membeberkan, dua perkara jumbo yang tengah menjadi sorotan tajam publik adalah dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjerat Dadan Hindayana dkk, serta pusaran kasus rasuah yang menetapkan mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah sebagai tersangka.

Bagi SDR, mengusut tuntas dua skandal ini di awal pemerintahan adalah ujian kredibilitas kelembagaan yang sangat berat bagi Prabowo.

Di satu sisi, ia harus menyelamatkan program gizi gratis yang menjadi janji utama kampanyenya kepada rakyat. Di sisi lain, ia dituntut menunjukkan taring penegakan hukum yang tidak pandang bulu terhadap korps adhyaksa.

"Nakhoda yang tangguh itu tidak lahir di laut yang tenang, tapi lahir di laut yang penuh dengan ombak dan badai. Inilah ujian kepemimpinan Presiden Prabowo," sentil Hari.

Lebih lanjut, Hari mengapresiasi keteguhan sikap Prabowo yang tetap berdiri tegak di koridor konstitusi serta piawai memainkan seni memimpin di tengah turbulensi politik yang kencang. Ketegasan ini sekaligus menjadi sinyal peringatan bagi barisan para pemburu rente.

"Meskipun ada beberapa oknum yang mencoba memanfaatkan kedekatan agar ABS (Asal Bapak Senang), jurus itu dipastikan tidak akan berlaku di mata Presiden Prabowo," tegasnya.

Kendati demikian, Hari mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat sipil tidak lengah dan terus mengawal jalannya penyidikan kedua kasus tersebut agar tidak masuk angin di tengah jalan.

"Publik harus tetap mengawal ketat, sehingga sinergisitas presiden dengan rakyatnya tidak berjarak. Mari kita bergandengan tangan menjaga bangsa ini sesuai amanat Pembukaan UUD 1945," tutup Hari.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya