Berita

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)

Politik

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

MINGGU, 12 JULI 2026 | 18:55 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Taruna Akademi Militer harus memahami strategi pertahanan secara lebih mendalam melalui pemikiran para ahli strategi dunia, mulai dari Carl von Clausewitz, Sun Tzu, hingga adagium klasik Romawi si vis pacem, para bellum yang bermakna jika menginginkan perdamaian, bersiaplah untuk perang.

Begitu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam sesi diskusi interaktif bersama para taruna di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah.

AHY menekankan bahwa kepemimpinan militer modern tidak hanya membutuhkan keberanian di medan tugas, tetapi juga kemampuan berpikir strategis dan memahami perubahan lingkungan strategis global.


Menurut AHY, pemikiran Clausewitz dalam bukunya yang berjudul "On War" mengajarkan bahwa perang pada hakikatnya merupakan kelanjutan politik dengan cara lain. Karena itu, seorang perwira harus memahami tujuan politik nasional yang lebih besar, bukan hanya aspek operasional di lapangan.

“Clausewitz mengingatkan kita bahwa kekuatan militer harus selalu terhubung dengan tujuan negara. Karena itu, seorang perwira harus memahami mengapa ia bertugas, bukan hanya bagaimana ia bertugas,” ujar AHY dalam keterangan tertulis, Minggu  12 Juli 2026.

Di sisi lain, AHY juga mengangkat pemikiran Sun Tzu yang menekankan pentingnya kecerdasan, antisipasi, dan kemampuan memahami lawan maupun lingkungan strategis. 

Menurutnya, kemenangan terbaik adalah kemenangan yang dicapai tanpa harus bertempur karena ancaman sudah dapat dicegah sejak awal.

Dalam konteks Indonesia saat ini, AHY menjelaskan bahwa kesiapan menghadapi disrupsi teknologi, ancaman siber, krisis energi, dan perubahan geopolitik merupakan bagian dari strategi pertahanan modern yang harus dipahami oleh para calon perwira.

“Sun Tzu mengajarkan pentingnya memahami medan dan perubahan. Hari ini medannya bukan hanya daratan, laut, dan udara, tetapi juga ruang siber, teknologi, ekonomi, dan informasi. Di sanalah para perwira masa depan harus siap memimpin,” tegas AHY.

AHY menambahkan bahwa prinsip Si Vis Pacem, Para Bellum tetap relevan hingga saat ini. 

"Perdamaian tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus dijaga melalui kesiapan, profesionalisme, dan kemampuan bangsa untuk membangun kekuatan nasional yang tangguh," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya