Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

MINGGU, 12 JULI 2026 | 18:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengkritik penerapan faham ekonomi neoliberal yang dinilainya telah lama memengaruhi arah perekonomian Indonesia.

"Kita melihat ekonomi indonesia dikuasai oleh faham ekonomi Neoliberal yang sesungguhnya adalah bertentangan dengan UUD 1945," ujar Prabowo di puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026.

Menurutnya, Indonesia sudah cukup lama berupaya mengembalikan arah pembangunan ekonomi sesuai dengan gagasan para pendiri bangsa, yakni ekonomi ekonomi berlandaskan asas keluarga dan kerakyatan.


"Cukup lama kita berjuang untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi ke arah yang dirancang oleh pendiri-pendiri bangsa kita yaitu ekonomi kekeluargaan. Ekonomi kerakyatan, ekonomi dimana semua unsur harus berperan dan harus diberi kesempatan," kata dia. 

Namun, Prabowo menyebut terdapat kekeliruan bersama dari para elite pada masa lalu yang terlalu mengagungkan sistem ekonomi Barat yang dinilai mampu membawa kemajuan secara cepat.

Presiden menilai, perjalanan selama tiga dasawarsa telah membuktikan bahwa kapitalisme dan neoliberalisme bukan menjadi solusi untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat.

"Ternyata, setelah tiga dasawarsa kita melihat tidak benar. Saya termasuk mungkin salah satu yang dari awal sudah memperingatkan bahwa faham kapitalisme, neoliberal tidak akan berhasil dan tidak akan membawa kesejahteraan dan tidak mungkin membawa kesejahteraan kepada rakyat banyak," ungkapnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya