Berita

Kemensos merehabilitasi bocah yang gemar mencium aroma BBM di Sukabumi. (Foto: Dok. Kemensos)

Politik

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

MINGGU, 12 JULI 2026 | 18:34 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kementerian Sosial (Kemensos) terus melakukan rehabilitasi intensif terhadap H (11), anak di Sukabumi, Jawa Barat yang mengalami perilaku berulang mencium bau bahan bakar minyak (BBM) dari tangki sepeda motor milik warga.

Kepala Sentra Phalamartha Sukabumi, Febraldi mengatakan, asesmen dan pendampingan terhadap H dilakukan secara berkelanjutan. Kunjungan lanjutan terakhir dilaksanakan pada 8 Juli 2026 untuk memantau perkembangan kondisi anak sekaligus mengevaluasi hasil intervensi yang telah diberikan.

"Asesmen juga menjadi dasar penyusunan rencana layanan lanjutan yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak," ujar Febraldi dikutip Minggu, 12 Juli 2026.


Hasil asesmen menunjukkan H merupakan anak penyandang disabilitas sensorik dengan hambatan pendengaran dan bicara. Sejak kedua orang tuanya meninggal dunia pada 2025, H diasuh oleh kakak kandungnya.

Menurut Febraldi, Kemensos berkomitmen memberikan layanan rehabilitasi sosial secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak agar intervensi yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan.

"Kementerian Sosial terus melakukan asesmen, pendampingan, dan koordinasi lintas sektor agar intervensi yang diberikan tepat sasaran, berkelanjutan, serta mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak," katanya.

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, pengasuhan terhadap H terus dilakukan semaksimal mungkin. Namun, pengawasan belum dapat berjalan optimal karena keterbatasan keluarga.

Asesmen juga menemukan H belum menguasai bahasa isyarat sehingga mengalami kesulitan berkomunikasi untuk menyampaikan kebutuhan maupun emosinya.

Meski demikian, sejak bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB), perilaku H menunjukkan perkembangan positif. Kebiasaan mengambil barang milik orang lain, masuk ke rumah warga tanpa izin, merusak barang, hingga meludah sembarangan dilaporkan telah jauh berkurang.

"Namun perilaku berulang mencium bau BBM masih muncul sehingga memerlukan pendampingan dan penanganan berkelanjutan karena berpotensi membahayakan keselamatan anak," jelas Febraldi.

Selain menjalani rehabilitasi sosial, H juga masih menjalani pengobatan rutin dengan dokter spesialis kejiwaan (psikiater) melalui layanan rawat jalan, serta menjalani penanganan lanjutan oleh dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).

Kemensos saat ini terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Sukabumi, puskesmas, tenaga kesehatan, psikolog, pihak sekolah, dan keluarga untuk menyusun intervensi yang komprehensif sesuai kebutuhan H.

Apabila perilaku berisiko tersebut masih terus berulang dan keselamatan H belum dapat dijamin melalui pengasuhan berbasis keluarga, Kemensos akan mempertimbangkan merujuk H ke sentra rehabilitasi ramah anak yang memiliki layanan khusus bagi penyandang disabilitas pendengaran dan bicara.

"Hasil pemeriksaan medis lanjutan akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk layanan rehabilitasi sosial yang paling tepat," pungkas Febraldi.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya