Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo: Semua Partai Banyak Patriot, Banyak Juga Bajingannya

MINGGU, 12 JULI 2026 | 18:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengakhiri budaya saling mencaci, saling curiga, dan terus memelihara persatuan di tengah perbedaan. 

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026. 

Kepala negara mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali karakter bangsa yang menjunjung sikap saling memaafkan, saling mengerti, saling mengasihi, dan saling membantu.


"Marilah kita kembali ke sifat bangsa indonesia yaitu saling memaafkan, saling mengerti, saling mengasihi, saling membantu. Jangan ikut-ikutan budaya caci maki, budaya curiga," ujarnya.

Menurutnya, tidak ada keberhasilan yang dapat diraih melalui pertikaian. Karena itu, seluruh masyarakat diminta mengesampingkan perbedaan latar belakang, suku, maupun pilihan politik demi kepentingan bangsa yang lebih besar. 

Prabowo kemudian melontarkan pernyataan yang mengundang perhatian. 

Dia menyinggung realitas di setiap partai politik yang menurutnya memiliki dua sisi. Yakni satu sisi terdapat sosok-sosok patriot, sementara di sisi lain ada oknum yang mencoreng citra partai.

"Untuk apa kita bertikai? kita ini satu keluarga. Apapun latar belakang kita, apapun suku kita, apapun partai kita. Semua partai banyak patriot dan semua partai banyak bajingannya juga," ujarnya.

Setelah mengucapkan hal tersebut, Prabowo bertanya kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, apakah seorang presiden diperbolehkan mengucapkan kata "bajingan". 

"Presiden boleh ngomong bajingan boleh ga? Boleh? Aku ga tanya kalian. Aku tanya menteri pendidikan. Ini, ini kan tidak termasuk kasar," kata Prabowo. 

Dia kemudian menjelaskan istilah "bajingan" bukan dimaksudkan sebagai kata kasar, melainkan spontan keluar karena latar belakangnya sebagai orang Betawi. 

"Karena saya lahir di Betawi jadi maaf kalau saya semangat kata-kata Betawi keluar, sorry yee," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya