Berita

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei (Foto: X)

Dunia

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Bersumpah Balas Kematian Ayahnya

MINGGU, 12 JULI 2026 | 12:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei bersumpah membalas kematian sang ayah Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dalam pesan yang disampaikan pada upacara pemakaman Khamenei, Mojtaba menekankan bahwa membalas kematian sang ayah merupakan tuntutan seluruh bangsa Iran dan harus diwujudkan.

"Kami berjanji akan membalas darahmu yang tidak bersalah dan semua martir dalam dua perang ini dari para pembunuh kriminal dan tidak terhormat,” ujar Mojtaba Khamenei, dikutip Minggu, 12 Juli 2026.


Khamenei diketahui tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut memicu aksi balasan dari Iran terhadap sejumlah target lawan dan menjadi awal eskalasi konflik yang mengguncang kawasan Timur Tengah. 

Pemakaman Khamenei pada Kamis, 9 Juli 2026 sekaligus menutup rangkaian masa berkabung nasional selama sepekan.

Di tengah meningkatnya ketegangan, The Wall Street Journal melaporkan Israel telah menyerahkan informasi intelijen kepada Washington yang menuduh Iran menyusun rencana baru untuk membunuh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

Menanggapi laporan itu, Trump melalui akun sosial media Truth Social pada Jumat, 10 Juli 2025, mengancam akan meluncurkan ribuan rudal ke Iran apabila Teheran benar-benar mencoba melakukan pembunuhan terhadap dirinya.

Situasi tersebut terjadi hanya beberapa pekan setelah Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu. 

Kesepakatan itu bertujuan menghentikan perang yang pecah sejak akhir Februari, mengakhiri blokade laut AS terhadap Iran, serta membuka kembali Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan energi dunia.

Namun, harapan meredakan konflik kembali memudar setelah kedua negara kembali saling melancarkan serangan pekan ini terkait lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz. 

AS menggempur sejumlah target di wilayah Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang aset-aset milik Washington di berbagai kawasan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya