Berita

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengejar golf car yang ditumpangi Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi. (Foto: tangkapan layar)

Politik

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

MINGGU, 12 JULI 2026 | 10:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Momen Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengemudikan mobil golf yang ditumpangi Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi di Candi Prambanan menjadi sorotan publik. Pasalnya, di saat yang sama Menteri Kebudayaan Fadli Zon tampak berjalan kaki mengikuti rombongan.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa menilai, momen tersebut sebaiknya tidak dibesar-besarkan. Hensa melihat saat itu memang sudah ada pembagian tugas antara Teddy dengan Fadli.

"Menurut saya, tidak ada yang salah dengan situasi itu, kalau dipikir-pikir, justru akan lebih aneh kalau yang mengemudikan mobil golf itu Fadli Zon," kata Hensa, Minggu, 12 Juli 2026.


Ia menilai Fadli Zon memiliki tugas yang berbeda selama kunjungan tersebut. Karena itu, akan sulit apabila Fadli harus mengemudikan kendaraan sekaligus memberikan penjelasan kepada Presiden maupun tamu negara.

Hensa menyoroti, peran Teddy sebagai Sekretaris Kabinet membuatnya wajar menjalankan tugas mengemudikan kendaraan yang membawa Presiden. Ia pun menilai, Presiden Prabowo sepertinya tidak mempermasalahkan hal tersebut.

"Teddy memang menjabat sebagai Seskab, sehingga sangat mungkin salah satu tugasnya adalah memastikan mobilitas Presiden berjalan lancar, termasuk ketika harus mengemudikan kendaraan di area yang memang menggunakan mobil golf. Dari yang terlihat juga, Pak Prabowo tampak nyaman dengan itu," katanya.

Karena itu, Hensa meminta publik tidak terburu-buru melihat kejadian tersebut sebagai persoalan privilese atau perlakuan istimewa.

“Dalam sebuah kunjungan kenegaraan, pembagian tugas sering kali sangat praktis. Ada yang bertugas mendampingi dan menjelaskan, ada yang memastikan mobilitas Presiden berjalan dengan baik. Selama tugas masing-masing berjalan, saya kira tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan,” pungkas dia.



Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya