Berita

Sapi Australia. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Nusantara

Ketergantungan RI Impor Sapi dan Kerbau dari Australia Tuai Sorotan

MINGGU, 12 JULI 2026 | 05:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pakar Genetika Ekologi IPB University, Prof Ronny Rachman Noor mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia masih ketergantungan dalam mengimpor kulit sapi, sapi hidup, dan kerbau, terutama dari Australia. Hal itu disebabkan produksi domestik belum cukup untuk memenuhi kebutuhan daging, susu, dan bahan kulit dalam negeri.

“Indonesia harus mengimpor sapi dan kerbau karena populasi lokal seperti Bali dan peranakan ongole (PO) bertumbuh lambat dan produktivitasnya rendah. Distribusi sapi belum merata. Konsentrasi di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, dan Jawa Tengah, sementara permintaan tinggi di Jakarta dan Jawa Barat,” ujar Prof Ronny dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu malam, 11 Juli 2026.

Di samping itu, lanjut Prof Ronny, kebutuhan terus melonjak seiring bertumbuhnya kelas menengah dan berkembangnya industri hotel dan restoran, serta adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Ia membeberkan, Australia menjadi salah satu negara pilihan untuk mengimpor sapi karena kedekatan geografis yang menguntungkan, harga yang kompetitif (4 atau sekitar Rp71.000 per kilogram bobot hidup), kualitas ternak unggul khususnya sapi Brahman Cross, serta sistem ekspor yang terorganisasi dengan baik. Pada 2025 saja, perkiraan impor sapi hidup dari Australia mencapai 583.000 ekor dengan nilai komoditas sebesar 611,6 juta Dolar AS.

Tidak hanya sapi hidup, Australia juga menguasai lebih dari 60 persen pasar daging sapi beku impor di Indonesia, termasuk ekspor jeroan yang nilainya mencapai 127 juta Dolar AS pada 2025. Selain itu, Indonesia juga mengimpor kulit sapi sekitar 1.031 ton dengan nilai 0,86 juta Dolar AS pada 2023.

“Kulit sapi Australia umumnya berasal dari sapi Brahman Cross dan sapi feedlot dengan karakteristik tebal dan seragam, sehingga cocok untuk industri sepatu, tas, dan furnitur. Menariknya, impor ini juga untuk dikonsumsi, seperti dibuat menjadi kerupuk kulit,” jelas Prof. Ronny.

Untuk komoditas kerbau, Indonesia tercatat menyumbang 3,52 persen dari impor global dan masuk dalam jajaran empat importir terbesar di dunia, setelah Amerika Serikat (AS) dan Mesir. Sepanjang tahun 2023, Indonesia mengimpor kerbau hidup senilai 3,54 juta Dolar AS dari Northern Territory, Australia, dengan tren volume yang fluktuatif dan kerap memuncak menjelang Iduladha.

Prof Ronny memperingatkan bahwa ketergantungan impor dari Australia ini memicu kerentanan ekonomi, terutama saat nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Australia (AUD). Ketika rupiah terdepresiasi, biaya pembelian sapi dan kerbau impor otomatis membengkak. 

“Ketergantungan pada Australia berisiko karena membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi ekonomi, pasokan, dan politik. Memperluas impor dari India, Brasil, AS, dan Selandia Baru adalah langkah yang lebih aman untuk ketahanan pangan dan kestabilan harga daging sapi,” saran Prof Ronny.

Selain diversifikasi sumber impor, Prof Ronny juga menyarankan agar Indonesia memperkuat industri domestik seperti feedlot, perkembangbiakan, dan kulit. Selain itu, langkah lainnya adalah pengelolaan risiko nilai tukar melalui hedging dan kontrak jangka panjang. Strategi ini membantu Indonesia menjaga harga daging, ketahanan pangan, dan kedaulatan ekonomi saat rupiah melemah dan situasi politik tidak stabil.  

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya