Berita

Kolase Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo dan Prabowo Subianto. (Foto; Dokumentasi Wikipedia)

Bisnis

Menuju Kemerdekaan Ekonomi Lewat Sumitronomics hingga Prabowonomics

MINGGU, 12 JULI 2026 | 04:15 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gagasan ekonomi Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo selama ini lebih banyak dikenal sebagai fondasi pembangunan ekonomi Indonesia pascakemerdekaan. 

Namun, satu sisi penting pemikirannya yang jarang dikaji secara mendalam adalah keberpihakan Sumitro terhadap perjuangan melawan kolonialisme dan dominasi ekonomi asing. Ia risau dengan kemerdekaan ekonomi yang tak kunjung tergenggam.

Perspektif tersebut diangkat dalam buku terbaru berjudul Sumitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan, karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi, yang akan diluncurkan melalui format berbeda dari kebanyakan peluncuran buku. 


Alih-alih menggelar bedah buku konvensional, Nusantara Centre selaku penyelenggara memilih format diskusi ahli (expert discussion) yang menghadirkan para tokoh lintas bidang untuk mendialogkan kembali relevansi pemikiran Sumitro terhadap tantangan ekonomi Indonesia saat ini.

Acara akan diselenggarakan di Auditorium Yusuf Ronodipuro, RRI Jakarta pada Selasa, 4 Agustus 2026 mendatang. 

Panitia telah mengundang sejumlah tokoh nasional sebagai narasumber, antara lain Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah, Guru Besar IPB Prof. Didin S. Damanhuri, Direktur Utama RRI Dr. Ignatius Hendratmo, serta Founder Ethos Group Mukit Hendrayatno.

Sementara itu, Hashim Djojohadikusumo dijadwalkan memberikan sambutan, bersama kehadiran sejumlah anggota keluarga besar Djojohadikusumo, yaitu Irwan Bobby Meidianto, Mitra Vinda Silitonga, Rahayu Saraswati, dan Ragowo Hediprasetyo. 

Diskusi juga akan diperkaya oleh tanggapan aktif dari beberapa pakar ekopol pancasila yang turut diundang seperti Airvin Hardani, Budi Djatmiko, Didin Syahruddin, M.Arief Pranoto, M.Hatta Taliwang, Munarman, Mustika Sani, Ricky Hendarsen, Laksma Salim, Sayuti Asyathri, Tony Hasyim Zulkifli Ekomei, Amir Santoso, Sri Edi Swasono, Bambang Wiwoho, dll.

Di luar momentum peluncuran buku, perhelatan ini juga akan menghadirkan simposium nasional sebagai wadah strategis untuk merumuskan implikasi nyata bagi arsitektur perekonomian Indonesia.

Simposium ini ditargetkan mampu memperkokoh fondasi perekonomian nasional berdasarkan Pancasila, konstitusi, pemikiran Sumitro Djojohadikusumo, dan pikiran para ekonom strukturalis, agar mempercepat implementasi sistem Ekonomi Pancasila dalam menghadapi tantangan global.

Karya ini menghadirkan kembali wajah Sumitro Djojohadikusumo sebagai seorang ekonom sekaligus nasionalis yang memandang perjuangan ekonomi sebagai bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan meningkatnya ketergantungan ekonomi terhadap kekuatan eksternal, pemikiran Sumitro dinilai kembali menemukan relevansinya.

Buku ini merupakan hasil riset kolaboratif dua ekonom Pancasila, yaitu Agus Rizal dan Dedi Setiadi yang mengkaji berbagai pemikiran, pidato, dan karya Sumitro Djojohadikusumo dari perspektif ekonomi politik dan nasionalisme ekonomi. Penyusunannya juga didukung oleh sejumlah kontributor, yaitu DR. Ichsanuddin Noorsy, Prof. Didin S. Damanhuri, Prof. Yudhie Haryono, Yaya Sunaryo, Riskal Arief, Asy'ari Muchtar, Irma Syuryani Harahap, Firdaus Syamsu, dan Rian Prasetyo.

Nusantara Centre berharap diskusi ini tidak berhenti sebagai seremoni peluncuran buku, melainkan menjadi ruang akademik untuk menghidupkan kembali perdebatan mengenai arah pembangunan ekonomi Indonesia berdasarkan pemikiran para pendiri bangsa. Tentu juga untuk merealisasikan hadirnya undang-undang sistem ekonomi pancasila di Indonesia.

"Pemikiran Soemitro tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana kemerdekaan politik harus ditopang oleh kedaulatan ekonomi. Inilah sisi Sumitro yang ingin kami hadirkan kembali kepada publik," ujar Asy'ari Muchtar mewakili Nusantara Centre dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu malam, 11 Juli 2026.

Melalui diskusi ahli ini diharapkan lahir dialog yang lebih luas mengenai nasionalisme ekonomi Indonesia, sekaligus memperkaya khazanah pemikiran ekonomi Pancasila dalam menghadapi tantangan abad ke-21.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya