Berita

Kapusjianmar Seskoal Laksma TNI Salim. (Foto: Dokumentasi TNI AL)

Pertahanan

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

MINGGU, 12 JULI 2026 | 00:01 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

The 4th China ASEAN Defence Think Tank Exchange Program (CADTE), dihadiri 160 peserta para pemikir dari China dan ASEAN baik dari kalangan militer maupun akademisi yang dilaksanakan di Kunming, Yunnan, China pada 8-11 Juli 2026. 

Topik pembahasan kali ini adalah dengan menggagas Practicing the ASEAN Security Model: China and ASEAN Jointly Respond to a Changing World. 

Delegasi Indonesia menghadirkan Kapusjianmar Seskoal Laksma TNI Salim, M.Phil, Prof. Anak Agung Banyu Perwita, Phd dari Universitas Pertahanan, dan researcher dari CSIS, Pieter Alexander Pandie.


Dalam diskusi kerja sama keamanan maritim, Laksma TNI Salim mengusulkan konsep Hybrid Maritime Security Governance System, yaitu sebuah tata kelola keamanan maritim menggabungkan peran negara, organisasi regional, militer, penegak hukum, sektor swasta, dan aktor non-negara. 

“Tujuannya untuk mengelola ancaman keamanan maritim melalui kerja sama yang fleksibel, terkoordinasi dan berbasis aturan internasional maupun aturan keselamatan bernavigasi,” kata Laksma Salim dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu malam, 11 Juli 2026.

Kegiatan tersebut sejalan dengan perintah Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar personel TNI AL terus meningkatkan peran diplomasi maritim dalam lingkup regional maupun global guna menciptakan perdamaian bersama.

Forum tersebut membahas perkembangan geopolitik global yang semakin cepat dan dinamis, ancaman keamanan konvensional berubah menjadi ancaman hibrida yang berujung pada perebutan sumber daya energi dan pangan pada era economic warfare dalam Globalization 2.0. 

Menurut Salim, konflik yang terjadi di Laut China Selatan (LCS) jika tidak dikelola dengan baik maka akan berujung pada game changer pada dua kekuatan Rivalry besar yaitu China dan Amerika. 

"ASEAN harus tampil sebagai regional balance of power untuk menjadikan wilayah LCS wilayah damai dengan penyelesaian konflik melalui hukum, kerja sama dan kesejahteraan bersama," pungkas Salim.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya