Berita

Ilustrasi aplikasi ChatGPT milik OpenAI (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Apple Gugat OpenAI atas Pencurian Rahasia Dagang

SABTU, 11 JULI 2026 | 14:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Apple resmi menggugat OpenAI dan dua mantan karyawan seniornya dengan tuduhan pencurian rahasia dagang.

Gugatan yang diajukan di Pengadilan Federal California pada Jumat, 10 Juli 2026, waktu setempat, menuduh OpenAI melakukan upaya terkoordinasi untuk memperoleh informasi rahasia Apple, mulai dari desain produk, proses manufaktur, hingga strategi rantai pasok. Apple menilai informasi tersebut digunakan untuk mempercepat pengembangan perangkat keras (hardware) AI milik OpenAI.

Dua mantan eksekutif Apple yang menjadi tergugat adalah Chang Liu, mantan insinyur listrik sistem senior, serta Tang Yew Tan, mantan Wakil Presiden Desain Produk untuk iPhone dan Apple Watch. Selain keduanya, Apple juga menggugat OpenAI Foundation, OpenAI Group PBC, dan io Products.


Menurut Apple, Chang Liu tidak mengembalikan laptop kerja setelah keluar dari perusahaan. Apple menuduh Liu memanfaatkan celah keamanan untuk mengakses jaringan internal dan mengunduh puluhan dokumen rahasia terkait pengembangan perangkat keras.

Sementara itu, Apple menuding Tang Yew Tan mengirimkan berbagai dokumen internal kepada dirinya sendiri sebelum mengundurkan diri. Dokumen tersebut disebut berisi informasi mengenai pemasok Apple dan analisis industri yang bersifat rahasia.

Apple juga mengklaim Tan mendorong calon karyawan OpenAI membawa komponen milik Apple saat proses wawancara agar dapat dipelajari. Dalam dokumen gugatan disebutkan seorang kandidat bahkan mengatakan, "Saya bahkan tidak tahu kami boleh mengambil komponen-komponen itu dari kantor."

Apple mengungkapkan lebih dari 400 mantan karyawannya kini bekerja di OpenAI. Namun, perusahaan menegaskan perpindahan karyawan tidak berarti OpenAI berhak memanfaatkan rahasia dagang Apple.

"Fakta bahwa OpenAI sekarang mempekerjakan orang-orang yang dulunya dipercayakan dengan rahasia dagang Apple tidak memberi OpenAI hak untuk menggunakan informasi tersebut untuk mempercepat upaya pengembangan perangkat kerasnya," tulis Apple dalam gugatannya, dikutip Sabtu, 11 Juli 2026.

Apple juga menuduh OpenAI mencoba memperoleh informasi rahasia melalui pemasok perusahaan. Dalam salah satu kasus, Apple menyebut seorang pemasok menggunakan teknik penyelesaian logam eksklusif untuk OpenAI karena mengira perusahaan AI tersebut telah memperoleh izin dari Apple.

Gugatan ini berkaitan dengan ambisi OpenAI mengembangkan perangkat keras AI. Meski belum mengungkap jenis perangkat yang sedang dibuat, OpenAI sebelumnya menyatakan ingin menciptakan cara baru bagi pengguna untuk berinteraksi dengan AI, melampaui produk dan antarmuka tradisional.

Langkah tersebut diperkuat setelah OpenAI mengakuisisi startup perangkat keras io Products, perusahaan yang didirikan mantan desainer Apple, Jony Ive, dalam transaksi senilai US$6,5 miliar. Meski demikian, nama Ive tidak tercantum sebagai tergugat dalam gugatan ini.

Perselisihan hukum ini semakin memperuncing hubungan Apple dan OpenAI. Apple mengaku telah mengirim surat kepada OpenAI pada Februari 2026 untuk menyampaikan kekhawatiran bahwa informasi rahasia perusahaan telah sampai ke tangan OpenAI dan meminta pembahasan lebih lanjut. Namun, menurut Apple, surat tersebut tidak pernah mendapat tanggapan.

Padahal, kedua perusahaan masih menjalin kerja sama sejak 2024 melalui integrasi ChatGPT ke dalam Apple Intelligence dan Siri. Kerja sama itu memungkinkan pengguna iPhone mengakses ChatGPT langsung melalui Siri serta berlangganan layanan ChatGPT dari menu pengaturan iOS.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya