Berita

Ilustrasi Jakarta. (Foto: Dok BRI)

Bisnis

Jakarta Jadi Kota Termahal ke-21 di Dunia pada 2026

SABTU, 11 JULI 2026 | 13:42 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Jakarta menempati peringkat ke-21 dalam daftar Kota Termahal di Dunia 2026 untuk orang kaya atau World's Most Expensive City for High-Net-Worth Individuals 2026 yang dirilis Julius Baer melalui Global Wealth and Lifestyle Report 2026. 

Laporan tersebut mengukur biaya mempertahankan gaya hidup premium bagi individu dengan aset kekayaan tinggi menggunakan acuan dolar Amerika Serikat (AS). Penilaian dilakukan berdasarkan harga berbagai barang dan jasa mewah di 25 kota besar dunia.

Julius Baer mencatat biaya untuk mempertahankan standar hidup premium secara global meningkat sekitar 10 persen. Kenaikan tersebut turut memengaruhi perubahan peringkat sejumlah kota dalam indeks tahun ini.


"Secara keseluruhan, biaya untuk mempertahankan standar hidup premium naik sekitar 10 persen sehingga susunan peringkat kota-kota global ikut berubah," tulis Julius Baer dalam laporannya.

Meski posisinya turun dari peringkat 18 pada tahun sebelumnya, namun Jakarta masih masuk dalam 25 kota yang dipantau sebagai tolok ukur biaya hidup kalangan beraset tinggi. 

Di kawasan Asia Pasifik, Jakarta berada di bawah sebagian besar kota besar lainnya, namun masih lebih tinggi dibandingkan Mumbai, India, di posisi ke-22 dan Manila, Filipina, di peringkat ke-23.

Indeks gaya hidup Julius Baer disusun berdasarkan 20 indikator yang terdiri atas 11 kategori barang premium dan sembilan jenis layanan mewah yang umum menjadi pengeluaran individu beraset tinggi di berbagai negara.

Kategori barang yang dinilai meliputi sepeda, mobil, sampanye, perhiasan, properti residensial, peralatan olahraga, paket teknologi, jam tangan, tas perempuan, dan sepatu perempuan. 

Sementara indikator jasa mencakup tiket pesawat kelas bisnis, restoran fine dining, layanan kesehatan, suite hotel, operasi mata LASIK, jasa pengacara, biaya pendidikan MBA, sekolah swasta, serta layanan spa.

Dalam rincian indeks tersebut, Jakarta menempati posisi keempat dunia untuk harga mobil dan peringkat kelima untuk sampanye. Biaya program MBA bahkan menjadi yang tertinggi di antara seluruh kota yang disurvei dengan menempati peringkat pertama.

Sementara itu, Jakarta berada di peringkat kesembilan untuk biaya sekolah swasta, kedelapan untuk tas perempuan, serta peringkat ke-12 untuk jasa pengacara. Adapun dua indikator, yakni setelan jas pria dan layanan spa, tidak masuk dalam perhitungan untuk Jakarta karena berstatus not applicable (NA).

Secara regional, Asia Pasifik masih menjadi pusat konsentrasi kekayaan global dengan lima kota masuk jajaran 10 besar kota termahal dunia bagi individu kaya. 

Singapura kembali mempertahankan posisi pertama selama empat tahun berturut-turut, disusul sejumlah kota seperti Hong Kong, Shanghai, Sydney, dan Bangkok.

Menurut Julius Baer, tingginya harga properti residensial, mahalnya kendaraan, serta penguatan dolar Singapura menjadi faktor utama yang membuat negara kota tersebut tetap berada di puncak peringkat. Laporan itu juga mencatat Sydney menjadi kota dengan lonjakan peringkat tertinggi tahun ini setelah naik enam posisi.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya