Berita

Departemen Keuangan AS jatuhkan sanksi ke indvidu yang diduga jadi pemodal Iran (Unggahan akun X @USTreasury)

Dunia

AS Jatuhkan Sanksi ke Pemodal Iran di Dubai, Diduga Danai Lingkaran Dalam Khamenei

SABTU, 11 JULI 2026 | 10:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah masih memanasnya situasi di Timur Tengah, AS menjatuhkan sanksi terhadap pemodal Iran yang berbasis di Dubai, Ali Ansari. Ia dituduh mendanai Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei melalui jaringan aset global.

Menurut Departemen Keuangan AS, Ansari membangun kerajaan bisnis melalui investasi properti dan berbagai aset di sejumlah negara. Aset tersebut diduga dikelola untuk kepentingan Mojtaba Khamenei sekaligus memperkaya Ansari dan elite pemerintahan Iran.

"Hari ini, menyusul dimulainya kembali serangan Iran terhadap pelayaran internasional di Selat Hormuz, Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS mengambil tindakan terhadap fasilitator keuangan Iran, Ali Ansari, yang mengawasi jaringan aset global yang luas yang menguntungkan pemimpin Iran Mojtaba Khamenei dan elit rezim lainnya," demikian pernyataan Departemen Keuangan AS, dikutip Sabtu, 11 Juli 2026.


Pemerintah AS juga menuduh Ansari memanfaatkan kedekatannya dengan elite Iran, termasuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), untuk mengalihkan dana publik ke portofolio properti dan bisnis komersial di luar negeri.

"Ansari secara efektif telah melembagakan penggelapan dana skala besar dalam rezim Iran, mengalihkan kekayaan yang didanai publik ke portofolio properti dan kepemilikan komersial di luar negeri untuk memperkaya dirinya sendiri, para elite rezim, termasuk tokoh-tokoh senior di Kantor Pemimpin Tertinggi, serta Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)," lanjut pernyataan Departemen Keuangan AS.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan Washington akan terus memburu aset yang diduga terkait dengan elite Iran dan mengisolasi mereka dari sistem keuangan global.

"Yang disebut Pemimpin Tertinggi bersembunyi di tempat terpencil sementara rezimnya runtuh. Kementerian Keuangan akan terus menggunakan setiap cara yang dimilikinya untuk mengisolasi dia dan elite rezim lainnya dari sistem keuangan global. Kami akan melindungi aset-aset ini untuk rakyat Iran," ujar Bessent.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya