Berita

Panel diskusi "Beyond Banking: Rewiring the Financial System" di ajang Indonesia Digital Banking Summit (IDBS) 2026 di Hotel Raffles Jakarta, Selasa 7 Juli 2026 (Foto: Istimewa)

Bisnis

BNI Tekankan Pentingnya Kepercayaan Nasabah di Tengah Tren Beyond Banking

SABTU, 11 JULI 2026 | 09:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perkembangan teknologi yang masif dan semakin terbukanya ruang kolaborasi di sektor keuangan digital harus tetap berpijak pada perlindungan konsumen. 

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menilai bahwa sehebat apa pun inovasi beyond banking yang dihadirkan, kepercayaan nasabah tetap menjadi fondasi paling mendasar yang tidak boleh terabaikan.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, saat menjadi pembicara dalam panel diskusi "Beyond Banking: Rewiring the Financial System" di ajang Indonesia Digital Banking Summit (IDBS) 2026 di Hotel Raffles Jakarta, Selasa 7 Juli 2026. 


Menurut Paolo, era digital memang membuka keran kerja sama yang sangat luas antara perbankan dan pelaku industri teknologi. Namun, mengingat bisnis ini bergerak di sektor keuangan, seluruh pemain di dalamnya memikul tanggung jawab moral yang sama untuk menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat.

"Beyond Banking membuka kesempatan untuk kolaborasi. Namun, karena berada di sektor keuangan, kita harus sama-sama menjaga kepercayaan nasabah. Cara kita berkolaborasi harus tetap mengedepankan kepentingan nasabah," kata Paolo dalam forum tersebut.

Guna menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan publik, BNI memilih jalur kemitraan dengan perusahaan yang memiliki keahlian spesifik. Strategi ini dilakukan untuk melengkapi kapabilitas layanan perbankan yang sudah ada.

Beberapa penerapan konkret dari integrasi ini terlihat pada pengembangan layanan identitas digital untuk mempercepat proses verifikasi data, hingga perluasan ekosistem pembayaran digital demi memberikan fleksibilitas transaksi bagi nasabah.

Kendati aktif menggandeng mitra eksternal, BNI tetap memfokuskan investasi pada penguatan kompetensi inti, khususnya keandalan infrastruktur perbankan internal. Hal ini dinilai krusial agar setiap inovasi yang diluncurkan ke publik berdiri di atas sistem yang aman dan stabil.

Di sisi lain, maraknya potensi fraud serta ancaman siber di era digital juga mendapat sorotan khusus. Paolo menegaskan bahwa penguatan sistem keamanan bukanlah tugas satu pihak saja, melainkan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem digital.

"Semakin nyaman masyarakat menggunakan produk dan layanan sektor keuangan, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan seluruh ekosistem. Karena itu, inovasi harus berjalan seiring dengan upaya memperkuat perlindungan bagi nasabah," ujar Paolo.

Melalui pendekatan inovasi yang terukur, penguatan manajemen risiko, serta kolaborasi strategis ini, perbankan diharapkan mampu menjaga pilar kepercayaan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital secara berkelanjutan.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya