Berita

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri (kiri) dan Presiden Timor Leste Jose Ramos-Hortadoc (Foto: Dok PDIP)

Politik

Tokoh Timor-Leste Sebut PDIP Partai Bersejarah dan Teladan Demokrasi

SABTU, 11 JULI 2026 | 08:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penganugerahan penghargaan tertinggi Grande Colar da Ordem de Timor-Leste kepada Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, turut memunculkan apresiasi dari para pemimpin Timor-Leste terhadap perjalanan sejarah partai berlambang banteng tersebut.

Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta, Wakil Perdana Menteri Francisco Kalbuadi Lay, hingga Penasihat Senior Presiden Nelson Santos menilai PDIP memiliki peran penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Pengalaman partai tersebut bahkan dinilai menjadi referensi berharga bagi perkembangan demokrasi di Timor-Leste.

Ramos-Horta mengatakan sejarah perjuangan Megawati tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang PDIP, terutama setelah peristiwa penyerbuan kantor PDI pada 27 Juli 1996 atau Kudatuli.


"Peristiwa serangan 27 Juli 1996 (Kudatuli) terhadap markas PDI di Jakarta adalah momen penentu. Kekerasan hari itu mengubah Ibu Megawati menjadi simbol sipil paling menonjol dari perlawanan demokratis, yang darinya gerakan Reformasi kemudian lahir,"* ujar Ramos-Horta, dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 11 Juli 2026. 

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi salah satu fondasi lahirnya PDIP sebagai kekuatan politik yang mengusung perjuangan demokrasi dan kedaulatan rakyat.

Pandangan senada disampaikan Wakil Perdana Menteri Timor-Leste Francisco Kalbuadi Lay atau Chico. Ia mengaku menyaksikan langsung dinamika politik Indonesia saat Timor-Leste masih menjadi bagian dari Indonesia, termasuk perjuangan yang dijalani PDIP di bawah tekanan rezim Orde Baru.

"Untuk PDI Perjuangan, saya sendiri mengalami dan tahu karena ketika itu masih bersama Indonesia. Saya tahu betapa giatnya Ibu dan sabarnya seorang ibu untuk menantikan bahwa suatu saat orang dan rakyat akan sadar bahwa kebenaran adalah segalanya," kenang Chico.

Ia menilai kesabaran dan konsistensi tersebut akhirnya membuahkan hasil.

"Akhirnya Bu Mega membuktikan hari ini bahwa akhirnya PDI Perjuangan bisa menjadi partai yang terbesar sejak waktu itu sampai detik ini," katanya.

Sementara itu, Penasihat Senior Presiden Timor-Leste Nelson Santos menilai PDIP merupakan partai dengan sejarah panjang yang turut mengawal transisi demokrasi Indonesia dari era otoritarian menuju sistem yang lebih terbuka.

"PDI Perjuangan sebagai sebuah partai memiliki sejarah yang panjang. Sebuah partai yang telah melihat dan mengawal masa transisi demokrasi di Indonesia," ujar Nelson.

Ia mengatakan pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Timor-Leste yang masih terus memperkuat sistem demokrasinya.

"Bagi kami di Timor-Leste, tentunya banyak hal yang bisa kami pelajari dari PDI Perjuangan. Dan kami, tentu saja, akan memanfaatkan sejarah atau pengalaman PDI Perjuangan demi kemajuan demokrasi kami juga," pungkas Nelson.

Menurut para pemimpin Timor-Leste, kunjungan Megawati ke Dili juga diharapkan semakin mempererat hubungan Indonesia dan Timor-Leste, baik melalui kerja sama antarpemerintah maupun komunikasi antarkekuatan politik, dengan semangat persahabatan, rekonsiliasi, dan perdamaian.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya