Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Ekonomi Indonesia Diproyeksi Jadi yang Terkuat di ASEAN-5 pada 2026

SABTU, 11 JULI 2026 | 07:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diperkirakan masih menjadi salah satu yang terbaik di kawasan Asia. Dana Moneter Internasional (IMF) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,0 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara berkembang Asia maupun kelompok ASEAN-5.

Dalam pembaruan World Economic Outlook (WEO) edisi Juli 2026, IMF memperkirakan kelompok Emerging and Developing Asia hanya mampu tumbuh 4,8 persen pada 2026. Sementara itu, rata-rata pertumbuhan ekonomi negara ASEAN-5 diproyeksikan berada di level 4,3 persen.

Di antara negara-negara kawasan, Indonesia juga diperkirakan mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan Malaysia yang diproyeksikan tumbuh 4,7 persen dan Filipina sebesar 3,9 persen. Proyeksi tersebut memperlihatkan bahwa perekonomian Indonesia masih memiliki daya tahan yang relatif kuat di tengah perlambatan yang melanda sejumlah negara di kawasan.


IMF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat menjadi 5,1 persen pada 2027. Meski demikian, proyeksi tersebut masih berada di bawah target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintah dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen.

Secara global, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia melambat menjadi 3,0 persen pada 2026 sebelum meningkat menjadi 3,4 persen pada 2027.

Menurut IMF, arah perekonomian dunia saat ini dipengaruhi oleh dua kekuatan besar yang saling berlawanan. Di satu sisi, perang di Timur Tengah memicu guncangan pasokan yang meningkatkan tekanan terhadap ekonomi global. Di sisi lain, perkembangan teknologi, terutama pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), menjadi mesin baru yang mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

"Pertama adalah guncangan pasokan negatif yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah. Kedua adalah guncangan teknologi positif yang terus berlanjut, yang bermanifestasi dalam percepatan momentum siklus teknologi global, yang sebagian besar didorong oleh kemajuan dan penyebaran alat akal imitasi (AI) tulis IMF dalam laporannya, dikutip redaksi du Jakarta, Sabtu 11 Juli 2026.

Meski prospek ekonomi dunia dinilai masih cukup tangguh, IMF mengingatkan bahwa risiko perlambatan tetap mendominasi. Eskalasi konflik di Asia Barat berpotensi memicu kenaikan harga komoditas, mengganggu rantai pasok global, meningkatkan inflasi, serta memperbesar tekanan terhadap stabilitas sistem keuangan.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya