Berita

Webinar Contemporary Digital Culture 2026 yang diselenggarakan Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie pada Jumat 10 Juli 2026. (Foto: Istimewa)

Politik

Universitas Bakrie Bedah Teknologi

AI Merajalela dan Sudah Menjadi Bagian Kehidupan

JUMAT, 10 JULI 2026 | 21:30 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ruang digital menghadapi kecerdasan buatan (AI) dan budaya viralitas. Dua hal ini menjadi poin pembahasan Webinar Contemporary Digital Culture 2026 yang diselenggarakan Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie pada Jumat 10 Juli 2026. 

Webinar dibuka oleh Kepala Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Dr. Prima Mulyasari Agustini.

Communication Specialist Hany Nurahmawati yang hadir sebagai pembicara mengatakan, manusia berubah sejak adanya internet dan sosial media, ini mengubah hidup menjadi sangat kompleks. 


Hany memaparkan ulasan dengan judul Post Human Rituals, How AI is Reshaping Cyber Culture, Belonging, and Meaning, yang menyinggung kalau AI ini sudah menjadi bagian dari kehidupan, bukan hanya media sosial. 

"Bahkan kebijakan di Prancis, dalam kuliah boleh menggunakan AI tapi tidak boleh ditempel, " kata Hany.

Lebih lanjut, katanya, dulu masyarakat yang membuka media sosial banyak bertanya ke Google Search. Sekarang bergeser membuka aplikasi seperti Meta, Gemini, Siri dan lain-lain. 

"Misal kaki kram, langsung buka di Meta kenapa kram, maka akan keluar dengan sendirinya. Hal yang tidak tahu, tanya kepada AI atau ChatGPT dengan cepat langsung terjawab," urainya. 

Hany melanjutkan, saat ini CEO Robot dan AI sudah dipakai dalam acara. Termasuk juga AI streamer. Ada AI yang sampai jadi influencer in East Asia, model dan selebriti yang dari AI.

“AI makin kesini makin merajalela dan menguasai masyarakat. Bukan hanya ranah industri film dan musik, di brand juga sudah banyak menemukan AI. Ke depan agak ngeri-ngeri sedap dengan kemajuan AI saat ini,” tuturnya.

Pembicara lainnya, Bambang Sukma Wijaya mengajak seluruh peserta webinar memahami media sosial dan struktur informasi. Masyarakat dituntut kritis terhadap setiap informasi. 

"Harus tetap hati-hati dan waspada terhadap setiap informasi di media sosial," pungkasnya.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya