Berita

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman. (Foto: Dok PKS)

Nusantara

Keberadaan Shelter Hewan Pejaten Harus Dievaluasi demi Kenyamanan Warga

JUMAT, 10 JULI 2026 | 11:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), didesak segera melakukan audit total serta evaluasi menyeluruh terhadap operasional shelter hewan di Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu.

Desakan tersebut disampaikan Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman, menyusul kembali munculnya keresahan masyarakat, termasuk setelah insiden babi yang sempat berkeliaran di kawasan permukiman dan menjadi perhatian publik. Menurut Ade, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa persoalan pengelolaan shelter tidak boleh lagi dianggap sebagai kasus insidental.

“Keluhan warga ini sudah berlangsung cukup lama dan berulang kali kami terima saat kegiatan reses. Masyarakat menyampaikan persoalan bau menyengat, kebisingan gonggongan anjing, hingga sanitasi lingkungan yang dinilai mengganggu kenyamanan. Karena itu saya meminta pemerintah tidak lagi berhenti pada rapat internal, tetapi segera mengambil langkah konkret yang bisa dirasakan warga,” ujar Ade Suherman, Jumat, 10 Juli 2026.


Ade menilai lemahnya pengawasan menjadi salah satu faktor yang membuat persoalan terus berulang. Ia meminta KPKP mengevaluasi secara menyeluruh aspek perizinan, kapasitas penampungan, kesehatan hewan, pengelolaan limbah, sanitasi lingkungan, serta kesesuaian lokasi shelter dengan daya dukung kawasan permukiman.

“Kalau pengawasan berjalan optimal, seharusnya persoalan seperti ini bisa diantisipasi sejak awal. Pemerintah harus hadir lebih tegas dan memastikan seluruh shelter hewan beroperasi sesuai standar yang berlaku,” jelasnya.

Menurut Ade, apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku atau lokasi shelter sudah tidak lagi layak dari sisi lingkungan dan tata ruang, maka pemerintah harus berani mengambil langkah penataan yang lebih tegas, termasuk relokasi ke lokasi yang lebih representatif bila memang diperlukan.

Ia menegaskan DPRD tidak mempersoalkan keberadaan shelter sebagai tempat penyelamatan hewan. Namun, aktivitas tersebut tetap harus dijalankan secara profesional dan tidak mengorbankan hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman.

“Perlindungan terhadap satwa penting, tetapi hak warga untuk hidup di lingkungan yang bersih dan nyaman juga harus dilindungi. Pemerintah tidak boleh membiarkan keduanya saling bertabrakan akibat lemahnya tata kelola.”

Ade juga mendorong Pemprov mempercepat realisasi pembangunan fasilitas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di berbagai wilayah Jakarta. Keberadaan infrastruktur layanan kesehatan hewan yang memadai akan membantu penanganan satwa secara lebih profesional sekaligus mengurangi persoalan serupa di tengah permukiman warga.

“Kalau memang pemerintah serius membenahi penanganan hewan di Jakarta, maka dukungan anggaran dan infrastruktur harus disiapkan sejak sekarang. Saya mendorong agar pembangunan Puskeswan mulai mendapatkan penguatan alokasi dalam APBD Perubahan 2026,” tuturnya.

Legislator PKS yang bermarkas di Kebon Sirih itu memastikan akan terus mengawal persoalan ini melalui fungsi pengawasan DPRD agar pemerintah segera menghadirkan solusi yang tegas, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Warga sudah terlalu lama menunggu penyelesaian. Yang dibutuhkan sekarang adalah tindakan nyata, bukan sekadar pembahasan yang berulang tanpa kepastian,” tutup Ade Suherman.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya