Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Prediksi Target 100 GW PLTS Bakal Dihujat Pakar

KAMIS, 09 JULI 2026 | 21:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto memprediksi gelombang kritik akan mengiringi target ambisius pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW).

Hal itu disampaikan Prabowo saat meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026. 

Kepala Negara mengaku telah memperkirakan sejak awal bahwa rencana pembangunan PLTS 100 GW dalam tiga tahun ke depan akan dipandang mustahil oleh sebagian kalangan. 


Namun menurutnya, keraguan tersebut tidak boleh menyurutkan langkah pemerintah dalam mempercepat transisi energi dan memperkuat kemandirian nasional.

"Dan kita akan, kita akan dikenyek. Kita saya kasih tahu siap-siap, kita akan dihujat. Pakar-pakar yang pinter-pinter itu akan bilang mana mungkin? Ya kan? Mana mungkin?" kata Prabowo. 

Presiden menegaskan pembangunan PLTS akan dimulai tahun ini dengan kapasitas awal 17 GW. Pemerintah kemudian membidik total kapasitas mencapai 100 GW dalam dua tahun mendatang. 

Prabowo lantas meminta konfirmasi langsung dari para menteri mengenai kesiapan mereka mewujudkan target tersebut.

"100 gigawatt dalam dua tahun. Bisa Pak Rosan? Bisa. Kok kurang keras, bisa? Bisa. Menteri Ekon, Menko bisa? Bisa. Menteri ESDM bisa?" ucapnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya