Berita

Ilustrasi galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC). (Foto: Istimewa)

Kesehatan

Galon PC Tak Sebabkan Gangguan Hormon, Reproduksi, dan Kanker

KAMIS, 09 JULI 2026 | 20:35 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Hingga kini belum ada bukti klinis yang secara langsung mengaitkan paparan Bisphenol A (BPA) dari galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC) dengan gangguan hormon, reproduksi, dan kanker pada manusia. Apalagi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum pernah melakukan kajian terkait hal itu. 

Guru Besar Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Johnner Sitompul mengingatkan masyarakat perlu kritis membedakan BPA sebagai senyawa yang berdiri sendiri dengan BPA sebagai unsur pembentuk kemasan. 

BPA sebagai bahan pencampur plastic polikarbonat sangat sulit terlepas dari ikatan plastiknya, jadi kecil kemungkinan migrasi, apalagi dalam suhu normal. PC adalah bahan kemasan yang tahan panas, karenanya digunakan sebagai kemasan guna ulang yang lebih ramah lingkungan.


"Riset itu (bahaya galon PC) belum terlihat, yang banyak itu risiko BPA terhadap bayi, terhadap kelenjar-kelenjar atau hormon terhadap obesitas BPA-nya ya, bukan polikarbonatnya," kata Johnner Sitompul di Jakarta, dikutip Kamis 9 Juli 2026.

Guru Besar Jebolan University of Wales ini menjelaskan bahwa BPA merupakan zat pembentuk yang berubah bentuk saat menjadi polikarbonat. Ia melanjutkan, belum ada penelitian yang membuktikan polikarbonat dalam bentuk galon yang dapat terurai kembali menjadi BPA saat bersentuhan dengan air.

Menurutnya, penelitian yang selama ini banyak berkembang justru masih berfokus pada BPA sebagai senyawa tersendiri, bukan pada galon polikarbonat yang digunakan sebagai wadah air minum. Padahal, sambung dia, senyawa pembentuk (monomer) yang tergabung dalam polikarbonat berubah dan memiliki karakteristik yang jauh lebih stabil.

Johnner menjelaskan, hal ini lantaran materi polikarbonat dibentuk melalui reaksi polimerisasi sehingga memiliki ikatan kuat dan tidak mudah luruh atau rusak apabila digunakan sebagai kemasan pangan. Berbeda apabila materi tertentu yang hanya terbentuk melalui reaksi fisik sehingga memiliki ikatan yang lemah.

"Perdebatan selama ini kerap mencampuradukkan antara BPA sebagai bahan penyusun (monomer) dengan polikarbonat sebagai produk akhir yang telah mengalami reaksi kimia," kata Johnner.

Ia berpendapat, diperlukan penelitian yang secara khusus yang menguji apakah BPA dalam polikarbonat dapat bermigrasi ke dalam air dalam kondisi penggunaan nyata. Menurutnya, hasil penelitian tersebut nantinya dapat menjadi rujukan ilmiah yang objektif.

Sebelumnya, penelitian Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga (Unair) mendapati bahwa tidak ada hubungan signifikan antara gangguan sistem hormon, gangguan reproduksi, maupun kanker dengan mengonsumsi air dari galon guna ulang PC.

Penelitian menganalisis pola konsumsi AMDK, kandungan Bisphenol A (BPA) pada 10 merek air kemasan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, serta kaitannya dengan berbagai keluhan kesehatan yang dialami responden. Hasilnya, tidak ada hubungan antara gangguan hormon dalam bentuk apapun akibat mengonsumsi air dari galon guna ulang PC.

"Penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara paparan BPA dari konsumsi air minum dalam kemasan dengan risiko kanker, gangguan reproduksi, maupun gangguan hormon," bunyi kesimpulan penelitian tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya