Berita

Bus Transjakarta di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. (Foto: RMOL/Widodo Bogiarto)

Nusantara

Fahira Idris: Pertahankan Tarif Transjakarta Rp3.500

KAMIS, 09 JULI 2026 | 13:24 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebaiknya melakukan kajian yang matang dan komprehensif sebelum memutuskan penyesuaian tarif Transjakarta dan Transjabodetabek. 

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mengatakan, kebijakan tarif tidak cukup hanya dilihat dari kebutuhan operasional dan kondisi fiskal, tetapi juga harus menempatkan kemampuan serta kebutuhan pengguna transportasi publik sebagai subjek penting kajian.

Fahira menilai usulan tarif Rp5.000 untuk layanan Transjakarta di dalam Jakarta dan Rp10.000 untuk Transjabodetabek yang disampaikan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), termasuk opsi tiket terintegrasi dan paket langganan, perlu dikaji secara objektif.


Setiap pilihan kebijakan harus dihitung dampaknya terhadap daya beli warga, kualitas layanan, keberlanjutan subsidi, serta tujuan mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

“Transportasi publik adalah urat nadi kehidupan Jakarta. Karena itu, setiap kebijakan tarif harus diputuskan dengan sangat hati-hati," kata Fahira dalam keterangannya, Kamis 9 Juli 2026. 

Menurut Fahira, kemampuan warga membayar, pola perjalanan pengguna, kualitas layanan, subsidi, dan dampaknya terhadap penggunaan transportasi umum harus dibaca sebagai satu kesatuan. 

"Saya pribadi berharap dalam situasi ekonomi saat ini, tarif Transjakarta tetap dipertahankan dulu sebesar Rp3.500,” kata Fahira.

Menurut Senator Jakarta ini, terdapat lima hal penting yang perlu menjadi perhatian sebelum keputusan tarif baru diambil.

Pertama, kemampuan membayar warga dan beban riil biaya transportasi. Kedua, peningkatan kualitas layanan harus menjadi bagian tidak terpisahkan dari kebijakan tarif.

Ketiga, desain tarif harus inklusif dan menyesuaikan pola perjalanan warga. Keempat, transparansi subsidi dan tujuan kebijakan.

"Kelima, memastikan partisipasi publik yang bermakna," pungkas Fahira.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya