Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Politik

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

KAMIS, 09 JULI 2026 | 11:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pimpinan DPR RI meminta masyarakat dan calon jemaah haji tidak terburu-buru menyikapi usulan kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2027 yang diajukan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). 

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurij mengungkapkan, besaran BPIH yang saat ini beredar masih sebatas usulan pemerintah dan belum menjadi keputusan final karena masih akan dibahas bersama DPR melalui Panitia Kerja (Panja) BPIH.

Sebelumnya, Kemenhaj mengusulkan BPIH 2027 sebesar Rp107.340.172,02 per jemaah atau naik sekitar Rp19,93 juta dibandingkan biaya penyelenggaraan haji pada musim 2026.


"Nah, itu kan baru usulan. Nanti dibahas BPIH, ini Biaya Perjalanan Ibadah Haji itu kan dirasionalisasi, komponen apa yang naik. Pasti kan kita akan minta komponen yang turun dong, jangan ada komponen naiknya semua, betul? Ya, nanti kan dibahas di Panja ee BPIH. Oke?" kata Cucun kepada wartawan di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.

Legislator PKB itu menegaskan DPR akan mengkaji secara rinci setiap komponen pembiayaan agar besaran biaya yang nantinya disepakati benar-benar rasional dan tidak membebani calon jemaah.

Menanggapi usulan agar pemerintah memberikan subsidi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Cucun menjelaskan pembiayaan haji selama ini telah didukung oleh nilai manfaat dana haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Kalau haji kan sudah ada dana manfaat, dana maslahat yang dikelola oleh badan publik oleh apa BPKH, ya,” ujarnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa penggunaan nilai manfaat dana haji akan mengganggu keberlanjutan dana bagi calon jemaah yang masih berada dalam daftar tunggu.

Menurut Cucun, tata kelola dana haji oleh BPKH selama ini berjalan baik dan mampu menjaga keseimbangan antara pembiayaan jemaah yang berangkat dan keberlanjutan dana haji.

"Enggak, mereka udah tata kelolanya udah bagus kok setiap tahun. Bagaimana menyiapkan untuk misalkan sekarang kenaikannya ee berapa, atau persentasenya berapa untuk yang pengelola dana publik itu, pasti terpenuhi,” tuturnya.

Atas dasar itu, Cucun kembali mengingatkan publik agar tidak langsung menyimpulkan besaran biaya haji tahun depan sebelum pembahasan bersama DPR dan pemerintah rampung.

"Dan BPIH belum final, baru wacana disampaikan atau usulan disampaikan, nanti kita akan bahas detail semuanya, ya. Jangan yang kenaikan" demikian Cucun.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya