Berita

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berbicara di NNOPROM 2026, Yekaterinburg, Rusia (Foto: Kemenperin)

Bisnis

Indonesia Bidik Pasar Eurasia, Teken Tujuh Kesepakatan Industri dengan Rusia

KAMIS, 09 JULI 2026 | 11:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Indonesia terus memperluas akses pasar industri nasional ke tingkat global melalui partisipasinya sebagai partner country dalam pameran industri internasional INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan keikutsertaan Indonesia membawa agenda strategis untuk mempercepat pengembangan industri berbasis nilai tambah.

"Indonesia membawa agenda industri yang tegas, yaitu mempercepat hilirisasi mulai dari mineral kritis dan manufaktur maju, hingga energi, ketahanan pangan, dan kawasan industri," ujar Agus di Yekaterinburg, dikutip Kamis 9 Juli 2026. 


Menperin menegaskan Indonesia optimistis memperkuat kemitraan teknologi dengan Rusia sekaligus mengintegrasikan manufaktur bernilai tambah tinggi ke pasar Eurasia.

Kinerja industri pengolahan turut menjadi modal dalam memperluas kerja sama tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ini tumbuh 5,04 persen pada triwulan I 2026, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,55 persen. 

Industri pengolahan juga menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dengan porsi 19,07 persen atau senilai Rp1.179,62 triliun.

Pada triwulan I 2026, sektor manufaktur menyumbang investasi sebesar Rp182,04 triliun atau 36,49 persen dari total realisasi investasi nasional. Selain menyerap 20,04 juta tenaga kerja per Februari 2026, industri pengolahan juga mendominasi ekspor Indonesia pada Januari - Februari 2026 dengan kontribusi 83,61 persen senilai Rp622,68 triliun.

Hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia juga terus menunjukkan tren positif. Nilai perdagangan bilateral pada 2025 meningkat 5,4 persen menjadi 4,8 miliar Dolar AS, sementara ekspor Indonesia ke Rusia naik 7,5 persen menjadi sekitar 1,8 miliar Dolar AS. 

Indonesia mengekspor antara lain karet, kopi, kakao, teh, alas kaki, komponen elektronik, dan produk kimia, sedangkan impor dari Rusia didominasi pupuk, besi dan baja, serealia, bahan kimia organik, serta pesawat terbang.

Forum bisnis tersebut membahas tiga isu utama, yakni proyek industri bersama, peluang investasi industri di Indonesia dan Rusia, serta mekanisme pendukung ekspor.

"Saya yakin forum hari ini akan membawa kedua negara, khususnya sektor industri dapat berkolaborasi secara konkret melalui inisiasi proyek-proyek kerja sama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan," tambah Menperin.

Dalam kesempatan itu, Indonesia dan Rusia menandatangani tujuh nota kesepahaman (MoU) baru di bidang industri, termasuk kerja sama antarkementerian. 

Selain itu, lima MoU teknis dan komersial juga disepakati antara pelaku usaha kedua negara di sektor galangan kapal, komponen kapal, kabel, maritim, kawasan industri, hingga manufaktur. Kesepakatan tersebut melengkapi dua MoU yang telah ditandatangani sejak Desember 2025.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya