Berita

Kakortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto usai menggeledah Cafe de’CLAN Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan pada Rabu 8 Juli 2026. (Foto: RMOL/Bonfilio)

Politik

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

KAMIS, 09 JULI 2026 | 09:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penggeledahan bekas restoran milik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah oleh penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menuai sorotan.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai rangkaian peristiwa tersebut memperlihatkan situasi yang tidak lazim karena melibatkan dua institusi penegak hukum.

"Sudah seperti perang antarinstansi, antar aparat, makin aneh, benar-benar gawat, kelas berat," ujar Hendri Satrio kepada RMOL, Kamis, 9 Juli 2026.


Sebelumnya, penyidik Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggeledah restoran Prancis de' CLAN Signature dan Poin Money Changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Restoran tersebut merupakan bekas usaha milik Jampidsus Febrie Adriansyah.

Penggeledahan dilakukan dalam penyidikan dugaan korupsi di sektor batu bara yang disebut menyebabkan blackout listrik PLN dan mengakibatkan kerugian negara mencapai sekitar Rp5 triliun.

Pada hari yang sama, rumah Febrie Adriansyah juga dilaporkan dijaga ketat oleh puluhan personel TNI setelah penggeledahan berlangsung.

Menurut Hendri, dinamika yang terjadi diyakini telah diketahui oleh Presiden. Ia bahkan menilai momentum menjelang dua tahun pemerintahan dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan, termasuk upaya pemberantasan korupsi.

"Saya yakin presiden tahu. Kelihatannya presiden memang mengambil momentum jelang dua tahun pemerintahannya untuk melakukan perbaikan di negara ini, termasuk bersih-bersih ini," katanya.

Founder Lembaga Survei Kedai KOPI yang akrab disapa Hensa itu juga meyakini Presiden mengetahui perkembangan hubungan antarinstansi dalam penanganan perkara tersebut.

"Saya yakin antarinstansi seperti ini presiden pasti tahu. Dan kita apresiasi langkah presiden ini. Semoga korupsi memang bisa diberantas di negeri ini," lanjutnya.

Di akhir pernyataannya, Hendri turut menyinggung pihak-pihak yang sebelumnya sempat melontarkan isu mengenai "amplop" agar bersiap menghadapi proses hukum.

"Mungkin yang bercerita tentang amplop kemarin bisa jadi mesti siap-siap tuh. Makanya baiknya mundur dulu," pungkasnya.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya