Berita

Presiden AS Donald Trump berpidato di KTT NATO di Ankara, Turki pada Rabu, 8 Juli 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Associated Press)

Dunia

Gencatan Senjata Berakhir, Trump Ancam Serang Iran Lebih Dahsyat

KAMIS, 09 JULI 2026 | 07:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan nota kesepahaman (MoU) dengan Iran telah berakhir setelah kedua negara saling melancarkan serangan pada Selasa lalu.

Berbicara saat menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki pada Rabu, 8 Juli 2026, waktu setempat, Trump mengatakan meski MoU sudah tidak berlaku, jalur diplomasi masih terbuka jika Iran ingin melanjutkan pembicaraan.

"Perjanjian itu telah berakhir. Mereka bisa terus berbicara jika mereka mau," kata Trump, dikutip Kamis, 9 Juli 2026.


Namun, Trump juga kembali melontarkan ancaman kepada Iran. Ia memperingatkan bahwa AS siap melancarkan serangan baru apabila situasi kembali memanas.

"Saya sudah memberi mereka sedikit peringatan. Kami akan menyerang mereka dengan jauh lebih keras lagi malam ini," ujarnya.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan telah menyerang target-target militer AS di Bahrain dan Kuwait. Menurut Iran, serangan tersebut merupakan balasan atas operasi militer AS serta keputusan Washington memberlakukan kembali sanksi terhadap ekspor minyak Iran setelah insiden serangan terhadap kapal-kapal di sekitar Selat Hormuz.

Meski retorikanya tetap keras, Trump mengaku tidak yakin konflik bersenjata dengan Iran akan kembali pecah.

"Saya rasa perang ini tidak akan dimulai lagi. Saya pikir semuanya akan berakhir dengan sangat cepat," kata Trump.

Ia menjelaskan bahwa setiap serangan Iran akan dibalas dengan kekuatan yang jauh lebih besar oleh AS.

"Mereka menyerang, lalu kami membalas 10 kali lebih keras. Kami menyerang jauh lebih keras daripada mereka," tegasnya.

Trump juga menilai berakhirnya konflik akan membuat pasokan minyak dunia kembali aman dan stabil.

"Minyak akan mengalir dengan sangat bebas, sangat mudah didapatkan, dan itu akan terjadi dengan sangat cepat," ujarnya.

Meski demikian, Trump tidak menjelaskan apakah ia akan mencabut ancaman serangan lanjutan terhadap Iran. Ia hanya menegaskan bahwa pemerintahannya tidak mencari hubungan jangka panjang dengan Teheran.

"Kami tidak mencari hubungan jangka panjang," kata Trump.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya