Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Bursa Eropa Lesu, STOXX 600 Ambles 1,8 Persen

KAMIS, 09 JULI 2026 | 07:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham-saham Eropa ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan Rabu 8 Juli 2026 waktu setempat, seiring meningkatnya aksi jual di pasar global setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. 

Kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi mendorong lonjakan harga minyak,  memicu kekhawatiran inflasi di Zona Euro. 

Indeks Euro STOXX 50 anjlok 2,0 persen ke level 6.190, sementara STOXX Europe 600 turun 1,8 persen menjadi 634. 


Sentimen pasar memburuk setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir dan membuka peluang serangan militer lanjutan, yang mendorong investor beralih ke aset yang lebih aman.

Tekanan terjadi hampir di seluruh sektor, terutama perbankan, teknologi, otomotif, dan barang konsumsi. Saham Santander dan Deutsche Bank masing-masing merosot lebih dari 5 persen, sementara SAP turun 4 persen di tengah berlanjutnya aksi jual saham-saham bertema kecerdasan buatan (AI). 

Saha, UniCredit juga terkoreksi 2,9 persen setelah meningkatkan kepemilikannya di Commerzbank.

Di Jerman, indeks DAX 40 merosot 2,2 persen menjadi 24.897,5, mencatat penurunan harian terbesar sejak 19 Maret. 

Saham Vonovia memimpin pelemahan dengan turun 5,7 persen. Saham Deutsche Bank juga kehilangan 5 persen, Heidelberg Materials 4,6 persen, Rheinmetall 4,5 persen, Mercedes-Benz 3,9 persen, serta Lufthansa yang anjlok 6,5 persen akibat kenaikan harga minyak dan penurunan rekomendasi dari Citigroup.

Indeks FTSE 100 Inggris melemah lebih dari 1,5 persen. Saham-saham pertambangan menjadi pemberat utama, dipimpin Endeavour Mining yang turun 7,3 persen, Antofagasta 6,4 persen, Anglo American 5,6 persen, dan Rio Tinto 5 persen. Di sisi lain, kenaikan harga minyak menopang saham energi, dengan BP menguat 2,3 persen dan Shell naik 3,1 persen.

Sementara itu, indeks CAC 40 Prancis ditutup turun 2,2 persen ke level 8.253. Selain dipengaruhi ketegangan geopolitik, pasar juga dibayangi meningkatnya ketidakpastian politik domestik. Saham sektor barang mewah seperti LVMH, Hermes, Kering, dan L'OrĂ©al terkoreksi tajam, diikuti pelemahan saham industri dan perbankan. 

Berbeda dengan mayoritas emiten, TotalEnergies justru menguat 2,1 persen karena mendapat manfaat dari lonjakan harga minyak mentah.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya