Berita

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri bersama Indra Duivenvoorde Managing Director, Boeing Indonesia menandatangani kerja sama di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.

Bisnis

Pertamina-Boeing Jajaki Pengembangan Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

RABU, 08 JULI 2026 | 22:34 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Pertamina (Persero) menjalin kerja sama dengan Boeing untuk menjajaki pengembangan ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia, Rabu, 8 Juli 2026.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan tujuan mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan sekaligus mempercepat transisi energi menuju target Net Zero Emission (NZE).

Melalui kerja sama tersebut, Pertamina dan Boeing akan mengeksplorasi berbagai aspek pengembangan ekosistem SAF di Indonesia, mulai dari identifikasi potensi bahan baku (feedstock), pengembangan teknologi, hingga dukungan terhadap penyusunan kebijakan yang dibutuhkan untuk mempercepat implementasi SAF.


Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri mengatakan, kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk membangun industri SAF nasional yang berdaya saing.

"Bagi Pertamina, kolaborasi ini bukan sekadar pengembangan bahan bakar, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem industri SAF nasional," kata Simon dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 8 Juli 2026.

Berdasarkan laporan ASEAN 2050 SAF Outlook, Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu negara dengan potensi surplus produksi SAF terbesar di ASEAN, mencapai sekitar 2,2 juta barel per hari pada 2050.

Sementara itu, Boeing memperkirakan lalu lintas penumpang udara di Asia Tenggara akan tumbuh rata-rata 7 persen per tahun, dengan kebutuhan sekitar 4.885 pesawat baru hingga 2044.

Dalam kondisi tersebut, pemanfaatan SAF dinilai menjadi salah satu solusi untuk menekan emisi karbon sektor penerbangan hingga 80 persen dibandingkan bahan bakar jet konvensional apabila digunakan dalam bentuk murni (neat SAF).

Managing Director Boeing Indonesia, Indra Duivenvoorde menilai, Indonesia memiliki posisi strategis untuk memimpin pengembangan penerbangan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

"Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis untuk memimpin pengembangan penerbangan berkelanjutan di Asia Tenggara," sambung Indra.

Ia menambahkan, Boeing siap mendukung berbagai inisiatif pengembangan SAF bersama Pertamina, mulai dari identifikasi bahan baku hingga program edukasi dan pelatihan guna mempercepat terbentuknya ekosistem SAF di Indonesia.

Saat ini Pertamina telah memulai sejumlah inisiatif pengembangan SAF, di antaranya memproduksi dan memperoleh sertifikasi Pertamina SAF, implementasi penggunaannya bersama Pelita Air, serta pengembangan proyek Cilacap Biorefinery melalui PT Pertamina Patra Niaga.

Proyek tersebut akan memproduksi SAF dan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) berbahan baku Used Cooking Oil (UCO) serta limbah berkelanjutan lainnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya