Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi. (Foto: Reuters)

Politik

PM Modi Perlu Perangi Islamofobia di India

RABU, 08 JULI 2026 | 11:26 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kehangatan Presiden Prabowo Subianto saat menyambut kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi mendapat tanggapan dari anggota DPR RI Mardani Ali Sera. 

Menurutnya, hubungan baik antardua pemimpin negara tetap harus diiringi komitmen untuk menghormati hak seluruh pemeluk agama, termasuk umat Islam.

Mardani menilai pelukan antara Prabowo dan Modi mencerminkan sikap terbuka Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.


"Pelukan ini menunjukkan bahwa Pak Prabowo sebagai Presiden dari penduduk Muslim terbesar di dunia menyambut dengan baik dan ramah kehadiran PM Modi," kata Mardani lewat akun X miliknya, Rabu, 8 Juli 2026.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa berbagai organisasi hak asasi manusia, akademisi, dan pengamat internasional selama ini menyoroti sejumlah kebijakan pemerintahan Narendra Modi dan Partai Bharatiya Janata Party (BJP) yang dinilai berdampak tidak proporsional terhadap umat Islam di India.

Salah satu kebijakan yang disoroti adalah Citizenship Amendment Act (CAA), yang mempercepat jalur kewarganegaraan bagi pengungsi dari agama tertentu, tetapi tidak mencakup Muslim.

"Secara umum, banyak organisasi HAM, akademisi, dan pengamat internasional berpendapat bahwa sejumlah kebijakan pemerintah Narendra Modi dan Bharatiya Janata Party berdampak tidak proporsional terhadap umat Islam di India. Salah satunya Citizenship Amendment Act (CAA)," ujarnya.

Karena itu, Mardani berharap pemerintah India terus memperkuat perlindungan terhadap kebebasan beragama dan memerangi berbagai bentuk Islamofobia.

"Semua pemeluk agama mesti dihormati dan dijaga haknya," tegas politikus PKS tersebut.

Menurut Mardani, hubungan bilateral Indonesia dan India yang terus berkembang akan semakin kuat apabila dibangun di atas penghormatan terhadap hak asasi manusia, kebebasan beragama, dan perlindungan yang setara bagi seluruh warga negara tanpa memandang latar belakang agama.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya