Berita

Politik

Seruan Pesantren Luhur Ciganjur Jelang Muktamar Ke-35 NU

SELASA, 07 JULI 2026 | 15:27 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), Pesantren Luhur Ciganjur menggelar Halaqah Pra-Muktamar bertajuk "Quo Vadis NU: Apakah NU Masih Milik Umat?" di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu malam, 4 Juli 2026. Forum tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penyampaian kritik terhadap arah organisasi NU.

Kegiatan itu dihadiri para kader muda NU, santri, mahasiswa, serta perwakilan berbagai organisasi keagamaan. Dari forum tersebut lahir lima butir seruan moral yang ditujukan kepada para pimpinan NU menjelang Muktamar.

Pengasuh Pesantren Luhur Ciganjur, KH Arief Rachman Hamid Baidlowi, mengingatkan bahwa NU mampu bertahan lebih dari satu abad karena berdiri di atas kebijaksanaan dan barokah para ulama pendiri.


"Jarang ada organisasi yang mampu bertahan lebih dari 100 tahun. NU bukan organisasi biasa karena bersandar pada kebijaksanaan dan barokah para ulama founding father NU," ujar KH Arief.

Ketua Alumni Pesantren Luhur Ciganjur, KH Syaifullah Amin, menegaskan kepemimpinan NU semestinya hanya mengabdi kepada kepentingan warga Nahdliyin, bukan sibuk menunjukkan loyalitas kepada pihak lain.

"Halaqah ini lahir dari keprihatinan generasi muda Nahdliyin terhadap kondisi di tingkat pimpinan NU saat ini. NU bukan ajang perebutan jabatan. Kesetiaan pimpinan NU hanya boleh diberikan kepada warga Nahdliyin," tegasnya.

Sementara itu, Lurah Pesantren Luhur Ciganjur, Muhammad Fadhil Bilad, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan inisiatif murni para santri dan alumni. Menurutnya, forum itu bertujuan menghimpun gagasan demi mengembalikan peran NU sesuai amanat AD/ART, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, advokasi masyarakat marjinal, dan pemberdayaan ekonomi umat.

Dari halaqah tersebut, peserta menyepakati lima seruan moral, yakni NU tidak boleh terkooptasi pemerintah, harus konsisten menjalankan organisasi sesuai AD/ART, lebih mengutamakan pelayanan kepada warga Nahdliyin, memperkuat fungsi advokasi serta pemberdayaan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan warga, serta meminta para pimpinan NU menghentikan konflik internal demi menjaga persatuan dan keharmonisan di lingkungan Nahdliyin.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya