Berita

Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Hafid Abbas, dalam diskusi Forum Guru Besar dan Doktor Insan Cita bertajuk, "Plus Minus RUU HAM", yang digelar daring pada Senin malam, 6 Juli 2026. (Foto: Zoom Insan Cita)

Hukum

RUU HAM Diharapkan Berpengaruh hingga ke Tingkat ASEAN

SELASA, 07 JULI 2026 | 00:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Harapan terhadap Rancangan Undang-Undang Hak Asasi Manusia (RUU HAM), bukan sekadar berpengaruh di dalam negeri secara nasional tetapi juga menjadi rujukan di negara tetangga kawasan ASEAN.

Hal itu disampaikan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Hafid Abbas, dalam diskusi Forum Guru Besar dan Doktor Insan Cita bertajuk, "Plus Minus RUU HAM", yang digelar daring pada Senin malam, 6 Juli 2026.

"Ada ikhtiar kita bahwa Indonesia itu dia menjadi cahaya, dia menjadi ikon ya, HAM yang memberi pengaruh besar di lingkup ASEAN," ujar Prof. Hafid.


Tim Perumus RUU HAM ini memandang, perkembangan zaman menuntut adanya perubahan UU 39/1999 tentang HAM, apalagi secara kawasan belum terdapat pengembangan kelembagaan dari regulasi tentang penegakan HAM.

"Banyak sekali perkembangan baru yang kita harus amati dan kita harus ikuti. Dan begitu banyak urgensi yang mendasari sehingga RUU ini harus hadir," tutur Prof. Hafid.

"Karena sebentar lagi kita memasuki single community of nation within ASEAN," sambungnya menegaskan.

Selain itu, dia juga memandang perlu target yang bisa diharapkan untuk bisa dicapai oleh Pemerintah, jika RUU HAM ini disahkan menjadi regulasi baru menggantikan UU sebelumnya yang sudah berlaku hampir seperempat abad atau 27 tahun.

"Kita juga sebagai negara Islam terbesar di planet ini, kita juga ingin melihat bahwa nilai-nilai Islam itu kompatibel dengan nilai-nilai hak asasi manusia, dan kita ingin berpengaruh di 57 negara pada Islamic world," urai Prof. Hafid.

"Kita sebagai pendiri punya andil sejarah yang luar biasa pada kehadiran non-blok, yang sekarang ada 118 negara. Kalau Indonesia bisa menunjukkan reputasi yang akuntabel terhadap hak asasi manusia, tentu ini menjadi cahaya," pungkasnya.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Tak Perlu Takut dengan Ide Kewarganegaraan Ganda Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:26

Cara Mengubah Desil DTSEN Secara Online dan Offline, Lengkap dengan Langkahnya

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:15

Tak Cuma Revisi, DPR Sepakat Regulasi Baru Migas

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14

GBNI Dukung Program Kerakyatan Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:37

B50 Perkuat Kemandirian Energi, Hemat Devisa, dan Dorong Transformasi Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:34

Presiden Perintahkan Penanganan Darurat, Wamensos Terjun ke Lokasi Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:28

21 Kantong Parkir Disiapkan Saat Perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:31

MBG Harus Kembali ke Tujuan Awal Bukan Jadi Ladang Bisnis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:21

Ruas Jalan di Jakarta Direkayasa Saat Perayaan HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:12

Besok! Ongkos Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Cuma Rp8

Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30

Selengkapnya