Berita

Menhan Israel, Israel Katz (Foto: Instagram)

Global

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

SENIN, 06 JULI 2026 | 13:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Israel mengungkap ambisi baru di bidang pertahanan dengan mengembangkan senjata laser yang dirancang untuk digunakan dalam peperangan di antariksa. 

Menteri Pertahanan Israel Katz menyampaikan bahwa penguasaan teknologi antariksa menjadi salah satu target utama pemerintah.

“Hingga saat ini, belum ada negara yang memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di luar angkasa. Kita harus menjadi negara terdepan di dunia dalam kemampuan ini," ujarnya, seperti dikutip dari The Jerusalem Post, Senin, 6 Juni 2026.


Katz menilai keberhasilan mengembangkan kemampuan tersebut akan memberikan keuntungan strategis bagi Israel dalam menghadapi negara-negara yang dianggap sebagai ancaman. 

“Jika kita mencapai hal ini, maka akan menjamin keunggulan dalam hal pencegahan, kemampuan untuk menyerang, menghancurkan, dan semua hal lainnya, dibandingkan dengan musuh-musuh kita yang memiliki sumber daya besar,” kata dia.

Pernyataan tersebut menjadi kali pertama Katz secara terbuka menyebut pengembangan laser antariksa. 

Sebelumnya, ia hanya menegaskan komitmen Israel untuk menjadi negara terdepan dalam kemampuan serangan dari luar angkasa. 

Israel sendiri telah mengembangkan sistem pertahanan laser Iron Beam yang mampu mencegat roket, drone, dan mortir, serta tengah mengembangkan teknologi agar pesawat tempur dapat menembakkan senjata laser pada masa depan.

Menurut laporan The Jerusalem Post, ambisi Israel itu diduga berkaitan dengan meningkatnya persaingan teknologi militer dengan Iran. 

Dalam konflik kedua negara tahun ini, Israel dilaporkan menyerang sejumlah fasilitas Iran yang berkaitan dengan program antariksa, termasuk pengembangan kemampuan untuk menyerang satelit. 

Namun, klaim Katz bahwa belum ada negara yang memiliki kemampuan menyerang di antariksa dipandang tidak sepenuhnya akurat, mengingat Rusia dan China sebelumnya telah melakukan uji penghancuran satelit mereka sendiri.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya