Berita

Ilustrasi salinan Perpes. (Foto: Dok RMOL)

Politik

Sikap Anies soal LGBT Sejalan dengan Perpres Prabowo

SENIN, 06 JULI 2026 | 09:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sikap tokoh nasional Anies Baswedan terkait lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) kembali menjadi sorotan setelah pemerintah menetapkan penyebaran budaya LGBTQ sebagai salah satu ancaman nonmiliter dalam Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025.

Pandangan Anies yang disampaikan saat menghadiri forum Total Politik X Desak Anies pada Desember 2023 menunjukkan sikap yang sejalan dengan arah kebijakan tersebut. Ia menegaskan tidak menyetujui LGBT dan berpandangan praktik tersebut tidak sejalan dengan ajaran agama maupun nilai-nilai Pancasila. 

Namun, di saat yang sama, Anies menekankan bahwa setiap warga negara, termasuk kelompok LGBT, tetap berhak memperoleh pelayanan yang sama dari negara tanpa diskriminasi.


"Saya pribadi tidak setuju dengan LGBT, dan saya berpandangan, itu bukan sesuatu yang sejalan dengan prinsip agama kami," tegas Anies saat menjawab pertanyaan panelis sekaligus komika Kemal Palevi.

Menurut Anies, Indonesia bukan negara sekuler, tetapi juga bukan negara yang didasarkan pada satu agama. Karena itu, seluruh kebijakan negara harus berpijak pada Pancasila. Ia menilai negara tidak dapat mengakui pernikahan sesama jenis karena seluruh agama yang diakui di Indonesia menolak praktik tersebut.

"Di Indonesia itu ada enam agama yang diakui dan semuanya menyatakan tidak menerima LGBT, maka negara juga tidak bisa mengakui," ujarnya.

Meski demikian, Anies menegaskan penolakannya terhadap LGBT tidak boleh menjadi alasan bagi negara untuk melakukan diskriminasi terhadap warga negara.

"Jadi hak-hak pribadi yang harus dilayani, negara tidak boleh diskriminatif," tandasnya.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menetapkan Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025-2029. 

Dalam lampiran beleid tersebut, penyebaran budaya LGBTQ dimasukkan sebagai salah satu bentuk ancaman nonmiliter yang dinilai berpotensi memengaruhi ketahanan nasional dan masa depan generasi bangsa.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya