Ilustrasi hukum LGBT di Indonesia. (Foto: editing artificial intelligence)
Ilustrasi hukum LGBT di Indonesia. (Foto: editing artificial intelligence)
Demikian antara lain pandangan Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi merespons maraknya perilaku LGBT di tengah keberadaan Perpres yang sudah diteken Presiden Prabowo Subianto sejak delapan bulan lalu. Ia menyebut Perpres tersebut patut diapresiasi karena telah memberikan arah kebijakan pemerintah menghadapi ancaman nonmiliter.
"Perpres 111/2025 yang telah ditetapkan Oktober 2025 soal yang memasukkan LGBT sebagai ancaman nonmiliter patut diapresiasi. Karena LGBT dari segi moral dan kemanusiaan itu haram hukumnya dan sangat merusak moral," kata Muslim kepada RMOL, Minggu, 5 Juli 2026.
Populer
Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22
Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26
Senin, 29 Juni 2026 | 00:00
Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23
Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30
Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59
UPDATE
Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21
Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41
Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16
Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07
Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52
Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26
Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13
Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08
Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01
Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55