Berita

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi (Foto: Youtube UBN Podcast)

Global

Dubes Iran: AS Memohon Gencatan Senjata setelah Kalah Perang

MINGGU, 05 JULI 2026 | 13:09 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengklaim Amerika Serikat berada di posisi terdesak setelah gagal mencapai target dalam perang melawan Teheran. 

Menurutnya, kondisi tersebut membuat Washington akhirnya memohon gencatan senjata kepada Teheran, bahkan bersedia menerima seluruh syarat yang diajukan Republik Islam Iran.

"Mereka memohon gencatan senjata dan mereka menerima semua 10 syarat Republik Islam Iran untuk gencatan senjata. Mereka memohon. Mereka memohon. Mereka mengatakan kami menerima semua syarat. Apa artinya? Itu adalah memohon," ujar Dubes dalam tayangan YouTube UBN Podcast yang dikutip pada Minggu, 5 Juli 2026.


Dubes mengungkapkan, setelah menerima syarat-syarat tersebut, Amerika Serikat kembali meminta agar perundingan segera dimulai. Namun, menurut Boroujerdi, Iran belum bersedia melanjutkan negosiasi sebelum tuntutan lain dipenuhi. 

"Dan setelah itu mereka memohon untuk bernegosiasi. Anda lihat bahwa beberapa kali mereka ingin bernegosiasi dan tim Iran, mereka mengatakan tidak, kami memiliki beberapa syarat lagi. Gencatan senjata dan perdamaian harus inklusif di seluruh wilayah," jelasnya.

Boroujerdi juga menilai kegagalan mencapai sasaran militer menjadi bukti bahwa Amerika Serikat dan Israel kalah dalam perang. 

"Dalam militer mereka biasanya mengatakan ketika Anda hanya menetapkan beberapa target untuk dihancurkan atau ditangkap, atau untuk menyerah, dan Anda tidak berhasil melakukannya, itu berarti Anda kalah. Mereka kalah perang. Mereka kehilangan banyak hal. Dan banyak hal telah berubah," tegasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya