Berita

Gedung DJP. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

SABTU, 04 JULI 2026 | 12:08 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jakarta Selatan I memblokir rekening milik 57 wajib pajak penunggak pajak dengan nilai lebih dari Rp80 miliar sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Pemblokiran rekening tersebut merupakan tindak lanjut dari serangkaian upaya penagihan aktif yang telah dilakukan sebelumnya sesuai ketentuan Undang-Undang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa.

Kepala Kanwil DJP Jakarta Selatan I, Arif Mahmudin Zuhri, mengatakan kinerja penagihan pajak pada semester pertama tahun ini berjalan optimal.


"Sepanjang semester I 2026, Kanwil DJP Jakarta Selatan I telah melakukan 208 tindakan penyitaan. Selain itu, Kanwil DJP Jakarta Selatan I juga telah melakukan 80 kegiatan penjualan barang sitaan," ujar Arif dalam keterangannya dikutip Sabtu, 4 Juli 2026.

Dalam mekanisme penagihan, DJP terlebih dahulu menerbitkan Surat Teguran tujuh hari setelah jatuh tempo pembayaran pajak. Apabila dalam waktu 21 hari utang pajak belum dilunasi, maka diterbitkan Surat Paksa.

Jika setelah Surat Paksa disampaikan selama 2x24 jam wajib pajak tetap tidak menunjukkan itikad baik untuk melunasi kewajibannya, DJP dapat menerbitkan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan (SPMP) yang dilanjutkan dengan penyitaan atau pemblokiran rekening.

Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 61 Tahun 2023, pemblokiran dilakukan terhadap aset keuangan milik penanggung pajak yang berada di lembaga jasa keuangan, seperti rekening bank, subrekening efek, polis asuransi, maupun aset keuangan lainnya. Langkah ini bertujuan mengamankan aset agar tidak mengalami perubahan selain penambahan nilai.

Setelah rekening diblokir atau aset disita, penanggung pajak masih diberikan kesempatan selama 14 hari untuk melunasi utang pajaknya. 

Jika kewajiban tersebut tetap tidak dipenuhi, DJP akan menerbitkan pengumuman lelang dan menjual barang sitaan dalam waktu 14 hari setelah pengumuman diterbitkan.

Selain pemblokiran rekening, DJP juga dapat mengajukan pencegahan ke luar negeri terhadap penanggung pajak tertentu. 

Tindakan ini dapat dilakukan apabila wajib pajak memiliki tunggakan sedikitnya Rp100 juta dan dinilai tidak memiliki itikad baik untuk melunasi utangnya. Pencegahan berlaku paling lama enam bulan.

DJP, kata Arif telah menerapkan tindakan pencegahan terhadap wajib pajak yang memenuhi kriteria dan berpotensi meninggalkan Indonesia.

"Di 2026 ini, pencegahan dilakukan terhadap lima Wajib Pajak dengan enam orang Penanggung Pajak. Seluruh tindakan penagihan tersebut berhasil mengamankan penerimaan negara sebesar Rp681,1 miliar," pungkas Arif.

Selama semester I 2026, Kanwil DJP Jakarta Selatan I tercatat telah menerbitkan Surat Paksa atas 25.243 dasar penagihan pajak. Penagihan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyitaan maupun pemblokiran rekening terhadap wajib pajak yang masih belum melunasi kewajibannya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya