Berita

Barisan Relawan Gigih Berani (Bala Gibran). (Foto: Istimewa)

Politik

Fokus Kawal Pemerintah, Bala Gibran Belum Bahas Pilpres 2029

LAPORAN: ADIRIN*
JUMAT, 03 JULI 2026 | 21:43 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Barisan Relawan Gigih Berani (Bala Gibran) menegaskan belum memiliki agenda maupun pembahasan terkait pencalonan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2029.

Sekretaris Jenderal Bala Gibran, Syukur Sondey, mengatakan bahwa seluruh jajaran relawan saat ini masih memusatkan perhatian untuk mengawal pemerintahan agar berbagai program prioritas pemerintah dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Fokus kami hari ini bukan berbicara mengenai Pilpres 2029. Bala Gibran masih berkonsentrasi penuh mengawal pemerintahan," ujar Syukur Sondey, Jumat (3/7).


Menurutnya, selain mengawal kebijakan pemerintah, Bala Gibran juga sedang memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat. 

Di antaranya melalui pendampingan kepada petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian, pendampingan bagi para peternak, serta mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Terkait munculnya pernyataan dari sejumlah kelompok relawan yang telah menyatakan dukungan agar Gibran maju sebagai calon presiden pada 2029, Syukur Sondey menegaskan bahwa hal tersebut merupakan hak masing-masing organisasi relawan.

"Itu merupakan ranah dan hak setiap kelompok relawan untuk menyampaikan aspirasi politiknya. Namun hingga saat ini kami belum memiliki sikap ataupun pembahasan mengenai pencalonan Presiden 2029," tegasnya.

Ia menambahkan, Bala Gibran mengajak seluruh elemen relawan untuk tetap menjaga soliditas, persatuan, serta mengedepankan semangat gotong royong dalam mendukung keberhasilan pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Bagi Bala Gibran, politik yang paling penting saat ini adalah memastikan program-program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat," pungkas Syukur Sondey.

*Kontributor Blora

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Miris! Hafalan Al-Qur’an Jadi Bahan Permainan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:11

OJK Dukung Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:00

Jangan Main Hakim Sendiri terkait Kasus Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:48

Dua ASN Ditjen Pajak Jadi Tersangka Korupsi PT TPL

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:23

Tak Ditemukan Luka Luar di Jenazah Sutrimo

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:06

Pemprov DKI Pastikan Miliki Kapasitas Keuangan Terbitkan Obligasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:26

Walkot Jakut Imbau Masyarakat Tetap Tenang soal Kasus Promosi Miras di Ancol

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:19

Kemendag Perluas Akses Pasar Produk UMKM dengan Libatkan Ritel Modern

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02

Furikake dan Tantangan Pangan Bergizi: Jangan Berhenti pada Produknya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:51

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:41

Selengkapnya