Berita

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. (Foto: Istimewa)

Politik

Mayoritas Orang Tua Setuju SPMB Namun Sistemnya Masih Dipertanyakan

JUMAT, 03 JULI 2026 | 17:21 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

RMOL. Mayoritas orang tua dan wali murid mendukung penerapan jalur domisili dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Hal itu terungkap dalam survei bertajuk Survei Opini Pelaksanaan SPMB 2026 yang dirilis Lembaga Survei KedaiKOPI, Jumat,3 Juli 2026.

Head of Research Lembaga Survei KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, mengatakan, sebanyak 66 persen responden menyatakan mendukung jalur domisili dalam SPMB 2026.

“Jadi kita bisa kategorikan 2 dari 3 responden itu setuju dengan adanya jalur domisili. Walau kalau kita lihat nilai rata-ratanya 6,71, sebenarnya dapat dikategorikan cukup setuju. Jadi walaupun ada pendukungan, tapi sebenarnya dukungannya tidak terlalu kuat,” ujar Ashma dalam paparannya yang ditayangkan di YouTube Lembaga Survei KedaiKOPI.


Ashma menjelaskan, masih terdapat 34 persen responden yang resisten terhadap penerapan jalur domisili. Padahal, prinsip serupa telah berjalan sekitar sembilan tahun dalam sistem penerimaan murid baru sekolah negeri.

“Di sini kita lihat bahwa memang walaupun lebih banyak yang dukung, masih ada nih 34 persen yang resisten terhadap penerapan jalur domisili dari SPMB ini,” kata dia.

Menurut Ashma, dukungan terhadap jalur domisili banyak dipengaruhi pertimbangan jarak sekolah dari rumah. Orang tua menilai jalur tersebut dapat meringankan biaya transportasi serta memberi kesempatan lebih besar bagi warga di sekitar sekolah.

“Mereka juga menganggap ini bisa memeringankan biaya transportasi dan juga memberikan kesempatan bagi warga di sekitar sekolah untuk masuk sekolah tersebut. Jadi dianggap lebih adil untuk warga yang tinggal di sekitar sekolah,” ujar Ashma.

Meski demikian, penolakan terhadap jalur domisili juga masih muncul. Salah satunya karena jalur ini dinilai dapat merugikan anak yang memiliki prestasi tetapi tinggal jauh dari sekolah yang dianggap berkualitas.

“Sedangkan bagi yang tidak mendukung jalur domisili, mereka menganggap bahwa adanya jalur domisili itu merugikan anak yang berprestasi,” kata Ashma.

Survei KedaiKOPI juga mencatat, persepsi tentang sekolah favorit masih kuat di tengah masyarakat. Sebanyak 80,2 persen responden menilai masih ada sekolah yang menjadi incaran banyak orang tua atau wali. Persepsi tersebut ikut memengaruhi rendahnya penerimaan terhadap jalur domisili.

“Ini bisa jadi karena memang masih ada persepsi terkait dengan sekolah favorit, itu masih tinggi, dan juga ketersediaan sekolah negeri yang memang mungkin terbatas di beberapa domisili tertentu,” ujar Ashma. 

Selain persoalan persepsi sekolah favorit, orang tua juga masih mengkhawatirkan aspek teknis dalam pelaksanaan SPMB. Salah satu yang paling menonjol adalah kekhawatiran terhadap akurasi sistem dalam membaca lokasi rumah dan mengukur jarak ke sekolah.

“Sebanyak 71,8 persen orang tua merasa khawatir mengenai keterandalan sistem dalam membaca lokasi mereka,” kata Ashma. 

Ia menyebut, kekhawatiran itu berkaitan dengan banyaknya responden yang mengandalkan jalur domisili atau zonasi untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah tujuan.

Selain itu, potensi kecurangan juga masih menjadi perhatian. Ashma mengatakan, sebagian responden masih membayangkan adanya titipan orang dalam, manipulasi dokumen, hingga jual beli kursi dalam proses SPMB.

“Jadi bentuk kecurangan tersebut yang mungkin masih menjadi PR untuk pelaksanaan SPMB di tahun 2026 ini,” ujar dia. 

Di sisi lain, masuk sekolah swasta masih dianggap sebagai beban ekonomi bagi mayoritas orang tua. Survei mencatat, 78,6 persen responden menilai masuk sekolah swasta akan memberatkan ekonomi keluarga. Beban itu terutama muncul karena biaya masuk dan SPP bulanan yang dianggap lebih tinggi dibanding sekolah negeri.

Atas temuan tersebut, KedaiKOPI merekomendasikan agar pemerintah tidak hanya memperkuat sosialisasi teknis pendaftaran, tetapi juga menjelaskan substansi tujuan SPMB.

“Maka dari itu kami menyarankan adalah satu perlu dikuatkannya lagi substansi tujuan dari SPMB tersebut, terutama terkait dengan jalur domisili. Jadi menekankan SPMB bukan hanya tentang teknis tata cara, tetapi kenapa empat jalur ini menjadi penting untuk ada,” kata Ashma.

Survei ini dilakukan pada 14-22 Juni 2026 terhadap 585 responden yang merupakan orang tua atau wali calon murid SD hingga SMA yang berencana mendaftar ke sekolah negeri. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui metode Computer Assisted Self Interview atau CASI.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya