Berita

Seminar Nasional “Reaktualisasi Pedagogi dalam Era Disrupsi: Mengembalikan Ruh Pendidikan yang Terabaikan” di Aula Maftuchah Yusuf, Kampus A UNJ, Selasa 30 Juni 2026. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Seminar Nasional UNJ Bahas Masa Depan Pedagogi

Wamendikdasmen Buka-bukaan soal Arah Kebijakan TKA

SELASA, 30 JUNI 2026 | 18:42 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Prof. Atip Latipulhayat menghadiri Seminar Nasional “Reaktualisasi Pedagogi dalam Era Disrupsi: Mengembalikan Ruh Pendidikan yang Terabaikan” yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Doktor (S3) Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), di Aula Maftuchah Yusuf, Kampus A UNJ, Selasa 30 Juni 2026.

Seminar yang dibuka oleh Wakil Rektor UNJ, Prof. Ari Saptono, tersebut turut menghadirkan para pakar pendidikan nasional untuk membahas masa depan pedagogi Indonesia di tengah perubahan kebijakan pendidikan dan perkembangan teknologi dan VUCA.

Ketua Panitia Seminar Nasional, Canter Sangaji mengatakan, kehadiran Wamendikdasmen menjadi momentum penting bagi dunia akademik untuk membangun dialog yang konstruktif antara pembuat kebijakan, perguruan tinggi, dan para praktisi pendidikan.


"Kehadiran Wamendikdasmen menunjukkan pentingnya ruang dialog di ruang akademik dalam merumuskan arah kebijakan pendidikan nasional pemerintahan Presiden Prabowo yang berpijak pada nilai-nilai pedagogi dan kebutuhan masa depan Indonesia,” kata Canter Sangaji.

Wamendidasmen Prof. Atip Latipulhayat menjelaskan arah kebijakan pemerintah terkait implementasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai bagian dari transformasi sistem evaluasi pendidikan nasional.

“TKA itu merupakan kebijakan transisi untuk moderasi. Kewenangan kelulusan menurut UU Sisdiknas tetap pada para guru di sekolah. TKA menjadi alat untuk intervensi kebijakan, terutama untuk sekolah-sekolah di daerah yang tertinggal,” kata Prof. Atip.

Menurutnya, TKA bukanlah pengganti kewenangan guru dalam menentukan kelulusan peserta didik, melainkan instrumen pemerintah untuk memperoleh data yang lebih objektif sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan nasional yang lebih tepat sasaran.

Sementara itu, pakar pendidikan Prof. Mamat Supriatna mengingatkan bahwa akar persoalan pendidikan Indonesia justru terletak pada semakin terabaikannya kajian pedagogi.

“Akademisi dan praktisi cenderung fokus meneliti pendidikan formal, pengajaran, dan persoalan teknis metodologis di kelas. Dimensi fundamental teori, struktur, dan praksis pendidikan dalam keluarga maupun masyarakat justru terabaikan. Kita lebih fokus pada persekolahan, isu pendidikan di keluarga, pendidikan non formal banyak terabaikan. Makanya pedagogi menjadi kering dan terabaikan," kata Prof. Mamat.

Senada dengan itu, pakar pendidikan Prof. Nurhattati Fuad menegaskan bahwa pedagogi masa depan harus mampu mengintegrasikan kecerdasan buatan tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.

“Pedagogi mesti membantu guru dan pengambil kebijakan untuk mengantisipasi kondisi masa depan dan mempersiapkan murid agar mampu hidup di zamannya," kata Prof. Nurhattati.

Seminar nasional ini diikuti oleh 200 peserta offline dan 500 peserta online yang terdiri atas dosen, mahasiswa, guru, kepala sekolah, praktisi pendidikan, serta masyarakat umum, baik secara luring maupun daring.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya