Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Dok PSI)

Politik

Safari Jokowi Tak Hanya Senggol PDIP tapi Semua Partai

SELASA, 30 JUNI 2026 | 09:05 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ritual Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menginjak kepala kerbau saat menerima gelar adat di Lampung memunculkan beragam tafsir politik. 

Salah satunya mengaitkan safari politik Jokowi bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai sinyal untuk menantang dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Pengamat politik Adi Prayitno menilai, yang paling jelas dari rangkaian safari politik Jokowi adalah upaya memperkuat posisi PSI menjelang Pemilu 2029.


"Yang jelas, safari politik Jokowi sebagai upaya untuk meloloskan PSI ke parlemen. Itu jelas," kata Adi Prayitno kepada RMOL, Senin, 29 Juni 2026.

Menurutnya, persaingan yang dibawa PSI tidak hanya akan beririsan dengan PDIP, tetapi juga dengan seluruh partai politik peserta pemilu.

"Satu hal yang pasti, gesekan ini bukan hanya terjadi dengan PDIP, tapi dengan partai lain juga bisa terjadi. Pemilu kita itu pasar bebas, saling bersaing secara terbuka," ujarnya.

Adi berpandangan, partai yang perlu meningkatkan kewaspadaan justru bukan partai yang memiliki basis massa solid dan kader militan. Sebab, partai dengan akar organisasi yang kuat relatif lebih sulit digoyang.

"Justru yang perlu diwaspadai itu partai yang kader dan basisnya tak militan, bisa masuk angin. Kalau PDIP partai solid militan, sulit digoyang," katanya.

Karena itu, Adi menyarankan seluruh partai politik memperkuat basis dukungan masing-masing agar tidak kehilangan pemilih di tengah meningkatnya aktivitas politik Jokowi bersama PSI.

"Supaya tak terkesan safari Jokowi akan menggerus suara partai lain, sebaiknya partai-partai memperkuat basisnya masing-masing. Bisa juga ceruk pemilih PSI dipengaruhi agar mau pindah ke partai lain," jelasnya.

Ia menambahkan, setiap langkah politik yang melibatkan Jokowi hampir dipastikan akan terus menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai tafsir politik.

"Apapun yang terkait Jokowi, panjang pastinya," pungkas Adi.


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya